Page 338 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 338

BAB 23
PEMBUATAN PELET IKAN
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) yang direncanakan adalah
mahasiswa mampu menerapkan dan mengembangkan lebih lanjut kompetensi ilmu
kimia dan pendidikan kimia, untuk menjadi wirausahawan pada kehidupan sehari-
hari yang relevan, untuk kemaslahatan bersama (CPMK 6), sedangkan kemampuan
akhir pada percobaan ini mahasiswa mampu mengembangkan eksperimen
pembuatan pellet ikan (Sub-CPMK7). Pengalaman belajar yang diperoleh adalah
mahasiswa melaksanakan praktikum: merencanakan, mengamati, menganalisis,
mengelaborasi, membuat dan mensubmit laporan di aplikasi yang telah tersedia.
a. Orientasi
Salah satu ragam hewan yang hidup di dalam air, termasuk air tawar mengandung
berbagai macam ikan. Tergantung pada spesiesnya, setiap jenis ikan memiliki
berbagai karakteristik yang cukup unik. Nila, lele, patin, gurami, dan ikan mas adalah
beberapa jenis ikan yang disukai baik di pasar maupun restoran (Anugerah, 2023).
Karena pakan merupakan kebutuhan utama dalam operasi budidaya ikan,
pengelolaan pakan ikan sangat penting bagi keberhasilan industri ini. Pakan ikan
sendiri terdiri dari dua jenis makanan: pelet tepung ikan buatan yang dirancang untuk
memberikan nutrisi yang cukup bagi ikan, dan makanan alami seperti fitoplankton
dan zooplankton. Bahkan setelah diolah, makanan ikan perlu mempertahankan
nutrisi dan mineral yang dibutuhkan ikan. Murtidjo menyatakan, pakan yang
disiapkan harus memiliki kandungan protein 20–70%, kandungan karbohidrat 15–
25%, kandungan lemak 10–20%, serta kandungan vitamin dan mineral 5–7%. Pelet
yang menggabungkan protein (tepung kepala ikan dan udang), karbohidrat (tepung
kedelai), mineral (tepung tulang), dan vitamin (premix) digunakan dalam penelitian
(Amrullah dkk., 2018) .
333








































































   336   337   338   339   340