Page 50 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 50

4) Daun Teh Hijau
Teh menjadi minuman yang populer dan sering dikonsumsi oleh masayarakat setiap
hari. Secara umum, tanaman teh terbagi menjadi empat kategori yaitu teh putih, teh
hitam, teh oolong, dan teh hijau. Salah satu tanaman yang dapat tumbuh dengan subur di
Indonesia adalah teh hijau. Teh hijau bukan hanya sekedar minuman yang paling banyak
dikonsumsi, tetapi juga dikenal karena efeknya yang meningkatkan kesehatan dan
terapeutik. Teh hijau (Camellia Sinensis) memiliki bentuk bunga bulat dan berwarna
putih. Daun teh hijau (Camellia Sinensis) mengandung senyawa metabolit sekunder
didalamnya seperti saponin, tanin, alkaloid, flavonoid, dan glikosida (Nugraheni dkk.,
2022).
Teh hijau mengandung senyawa tanin yang memberikan rasa ketir pada minuman
teh dan juga terdapat kafein yang memberi efek stimulan. Selain itu juga terdapat
senyawa katekin yang banyak ditemukan pada pucuk daun teh muda sehingga semakin
tua daun teh maka akan semakin sedikit kandungan senyawa katekin yang ada. Senyawa
katekin merupakan senyawa turunan tanin yang juga memberikan rasa sepat pada
minuman teh. Faktor lingkungan dapat mempengaruhi komposisi katekin di dalam teh
seperti jenis tanah, paparan sinar matahari, dan curah hujan (Barreira dkk, 2021).
Gambar 14 : Daun Teh hijau
Sumber: Laboratorium PKimia FKIP Unsri
45















































































   48   49   50   51   52