Page 48 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 48

besar risiko efek samping yang tidak diharapkan yang kecil, pendekatan pengobatan
tradisional menggunakan obat alami telah menjadi semakin penting untuk perawatan
kesehatan manusia. Sejumlah besar berbagai fenolat aktif dan flavonoid bertanggung
jawab atas bioaktivitas yang kuat dan sifat farmakologis tanaman obat.
Manfaat dari daun beluntas meliputi kemampuannya dalam menurunkan demam,
menyembuhkan peradangan dan luka, merawat infeksi kulit yang disebabkan oleh
tungau skabies, mengatasi Masalah pada sistem pencernaan, menyembuhkan
tuberkulosis (TBC), memulihkan pembengkakan kelenjar di leher (cervical tuberculous
lymphadenitis), mengurangi bau badan, dan meningkatkan nafsu makan (Nafisah &
Tukiran, 2017).
Kandungan pada ekstrak daun beluntas seperti alkaloid, flavonoid, polifenol, tanin,
serta monoterpen atau sesquiterpen, dan kuinon memberikan manfaat sebagai
antibakteri. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika daun beluntas dimanfaatkan
dalam pengobatan peradangan dan luka, mengatasi gangguan pencernaan, merawat
penyakit pada sendi, serta mengatasi masalah pernapasan (Nafisah & Tukiran, 2017).
Tabel 9. Berikut beberapa komponen yang terdapat dalam Daun Beluntas
No. Nama dan Struktur Fungsi
1. Flavonoid
Sumber:
http://dinkes.sumbarprov.go.id/details/news/360
Flavonoid memiliki
sejumlah manfaat obat,
termasuk sifat antikanker,
antioksidan, anti-inflamasi,
dan antivirus. Mereka juga
memiliki efek
neuroprotektif dan
kardioprotektif.
43






































































   46   47   48   49   50