Page 47 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 47
3) Daun Beluntas
Beluntas adalah jenis tumbuhan semak atau semak setengah tegak dengan ketinggian
dua meter atau bahkan lebih, tanaman ini memiliki daun tunggal yang mempunyai
bentuk bulat, walaupun mirip dengan telur yang terbalik bersama posisi berubah secara
bergantian, ujungnya berbentuk tajam dan berlekuk, serta mempunyai warna hijau cerah.
Daun yang baru tumbuh dan masih segar memiliki rasa yang bersifat tajam dan pahit,
serta aroma yang khas. Beluntas berbunga yang terbentuk dalam bonggolnya, berada
di ujung cabang atau di pangkal daun, dan mempunyai warna ungu (Utami & Desty,
2013).
Gambar 13 Daun Beluntas
Sumber: Laboratorium PKimia FKIP Unsri
Daun beluntas mengandung unsur seperti tanin, flavonoid, sterol, serta fenol
hidrokuinon. Selain itu, beluntas juga mengandung Zat saponin, alkaloid, dan minyak
atsiri yang terdapat dalam beluntas, asam amino (leusin, isoleusin, triptofan, treonin),
serta lipid, dan nutrien seperti kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, dan vitamin C. Daun
beluntas juga memiliki kandungan beragam senyawa yang mudah menguap dari
kumpulan senyawa terpenoid, yang juga bagian dari minyak atsiri dan menghadirkan
aroma khas yang dimiliki oleh daun beluntas (Utami & Desty, 2013).
Tanaman obat telah menarik perhatian khusus untuk aplikasi farmasi mereka
terhadap sejumlah penyakit menular dan dianggap sebagai sumber antioksidan dan agen
antimikroba yang ideal. Karena tingkat keamanan yang meningkat, ketersediaan yang
42