Page 51 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 51

Katekin adalah komponen utama polifenol antioksidan teh, yang mencakup dua katekin
non-ester yaitu epicatechin (EC) dan epigallocatechin (EGC) dan dua katekin ester yaitu
epicatechin gallate (ECG) dan epigallocatechin gallate (EGCG) (Luo dkk, 2020). EGCG dan
EGC mempengaruhi rasa dan warna pada teh hijau selama proses penyimpanan (Hidayati,
2012). Senyawa-senyawa tersebut termasuk dalam golongan senyawa fenolat atau polifenol
yang merupakan senyawa aktif dan akan larut ketika diberi air panas. Senyawa ini berfungsi
sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas seperti nitrogen oksida dan hidrogen
peroksida sehingga dapat mencegah kanker, fotoprotektif, antipenuaan, antiinflamasi, dan
antikarsinogen (Arifin dkk., 2022).
Senyawa flavonoid yang ada dalam teh juga berfungsi untuk mengikat logam berat
(Lindawati & Anggraini, 2020). Metode ekstraksi dapat digunakan untuk mengekstraksi
polifenol antioksidan dalam teh hijau. Sampai saat ini, pelarut organik konvensional, seperti
etanol, aseton, dan kloroform, tetap menjadi pelarut yang paling umum digunakan untuk
mengekstrak senyawa bioaktif dari bahan tanaman. Pelarut tersebut bersifat polar sehingga
senyawa tanin dan flavonoid dapat larut didalamnya.
Tabel 10. Berikut beberapa komponen yang terdapat dalam Daun Teh Hijau
No. Nama dan Struktur Fungsi
1. Saponin
Steroid atau triterpen
termasuk senyawa saponin
dimana gulanya berupa
pentosa atau
metilpentosa, glukosa,
pentosa, dan galaktosa.
Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Saponin
46








































































   49   50   51   52   53