Page 76 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 76

5) Ekstrak Daun Salam
Daun salam adalah jenis tanaman Syzygium polyanthum memiliki daun
kasar yang panjangnya 6-12 cm dan berbentuk bulat telur atau bulat telur lonjong.
Daunnya memiliki berbagai bentuk, vena primer, sekunder dan tersier mengkilap
dan halus dan ujungnya kurang tajam dan lebar (Abdulrahman, 2022).
Daun salam aromatik segar dan kering berguna dalam kuliner, karena
aroma, warna dan rasanya. Ini sering digunakan sebagai bumbu penyedap untuk
hidangan daging, ikan, dan sayuran atau nasi. Komposisi kimia daun salam
memiliki kemampuan dalam penghambatan bakteri patogen misalnya salmonella
sp., Bacillus cereus, Escherichia, Staphylococcus aureus, Pseudomonas
fluorescens dan Bacillus subtilis. Daunnya juga mengandung minyak atsiri,
triterpenoid, saponin, flavonoid dan tanin. Tanin dapat menghambat aktivitas
antibakteri S. polyanthum. Mekanisme penghambatan pertumbuhan bakteri
melibatkan pembentukan presipitasi dan denaturasi protein bakteri. Daun salam
juga memiliki potensi dalam mengurangi kolesterol (Amalina, 2014).
Gambar 26. Ekstrak Basah Daun Salam
Sumber: Laboratorium PKimia FKIP Unsri
6) Ekstrak Daun Nangka
Tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus) merupakan suatu tanaman obat
yang mengandung banyak khasiat. Meskipun daun nangka biasanya digunakan sebagai
makanan hewan ternak, juga bermanfaat untuk kesehatan karena memiliki kandungan
antimikroba seperti saponin, tanin, serta flavonoid yang bisa larut didalam air, yang
memiliki kemampuan untuk merusak membran sitoplasma dan mendenaturasi protein.
71











































































   74   75   76   77   78