Page 75 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 75

4) Eksrak Teh Hijau
Teh hijau adalah jenis tanaman Camelia Sintesis L yang tumbuh di wilayah
tropis termasuk di indonesia. Teh hijau mempunyai daun muda yang berbentuk
halus. Daun teh hijau berbentuk daun elips dengan pangkal yang runcing dengan
ukuran panjang sebesar 6-18 cm dan lebarnya 2-6 cm. Peran penting teh hijau di
bidang kesehatan, diantaranya yaitu berfungsi menurunkan kadar kolestrol,
menghambat pertumbuhan kanker, anti agregasi, menurunkan kadar kolesterol
LDL pada tubuh manusia, mencegah diabetes dengan menjaga kadar gula,
meningkatkan metabolisme tubuh. Komponen dari daun teh hijau terkandung
substansi fenol (katekin, tanin, flavonoid) senyawa. Polifenol merupakan senyawa
polihidroksifenol alami yang ditandai dengan masuknya satu atau leih cincin
fenolik dalam struktur molekulnya. Flavonoid adalah turunan fenol yang dapat
ditemukan di banyak spesies tanaman. Alkanoid dapat menghambat racun bersifat
Teh hijau dapat menanggulangi serta membunuh mikroba-mikroba yang
merupakan racun pada makanan, juga mikroba yang menyebabkan penyakit
pencernaan seperti Aeromonas sabria, C. Botulinum, Staphylococcus aureus, dan
Clostridium perfringens (Vinson dkk., 1995).
Gambar 25. Ekstrak Daun Teh Hijau
Sumber: Laboratorium PKimia FKIP Unsri
70















































































   73   74   75   76   77