Page 74 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 74

3) Ekstrak Daun Beluntas
Tanaman Beluntas (Pluchea indica L.) termasuk kelompok tanaman perdu
yang sering dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan obat-obatan herbal.
Ekstrak daun beluntas mempunyai potensi besar dalam menghambat pertumbuhan
bakteri seperti Streptococcus mutans. Tanaman Beluntas memiliki batang
berambut halus dengan banyak cabang dan tinggi 0,5 hingga 2 m. Daun tumbuhan
Beluntas memiliki karakteristik erwarna hijau muda. Daun Beluntas berwujud
lonjong atau lonjong terbalik, dengan ujung runcing dan pinggir bergerigi (Dieny
dkk., 2023).
Tanaman Beluntas termasuk dalam famili Asteraceae yang tumbuh liar
pada daerah bebatuan, tanah kering dan keras, serta bisa ditanaman menjadi
tanaman pagar. Daun beluntas dikatakan mengandung berbagai senyawa seperti
lignan, terpen, fenilpropanoid, benzenoid, alkana, sterol, katekin, fenolik
hidrokuinon, saponin, tanin, dan alkaloid. Senyawa yang terdapat pada daun
Beluntas memiliki beragam aktivitas biologis, seperti antiinflamasi, antipiretik,
hipoglikemik, diuretik, dan berbagai aktivitas farmakologis (Fitriansyah & Indradi,
2017)
Gambar 24. Ekstrak Daun Beluntas
Sumber: Laboratorium PKimia FKIP Unsri
69















































































   72   73   74   75   76