Page 10 - EBOOK KEANEKARAGAMAN SAURIA
P. 10
3) Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem
Keanekaragaman ekosistem muncul karena adanya interaksi antara
komunitas dengan lingkungan abiotiknya pada suatu tempat dan waktu
tertentu. Ekosistem terbentuk akibat adanya berbagai kelompok spesies
yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Terdapat beberapa
ekosistem alami yaitu ekosistem rawa, ekosistem sungai, ekosistem terumbu
karang, ekosistem padang lumut, ekosistem mangrove, ekosistem pantai
pasir, ekosistem danau, ekosistem kolam, ekosistem darat, dan ekosistem
laut (Gambar 3). Selain ekosistem alami, terdapat ekosistem buatan yaitu
agro ekosistem seperti sawah, ladang dan kebun (Pujiyanto, 2016).
(a) (b) (c)
Gambar 3. Keanekaragaman ekosistem : (a) Ekosistem kolam, (b)
Ekosistem laut, (c) Ekosistem darat
Sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Kawanan_Rusa.jpg,https://w
ww.jatikom.com/pengertian-ekosistem-laut-macam-dan/
B. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keanekaragaman Hayati
Menghilangnya keanekaragaman hayati di suatu wilayah dapat
disebabkan oleh beberapa faktor. Adapun faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi keanekaragaman hayati adalah :
1. Hilangnya Habitat
Daftar merah IUCN (International Union for Conservation of Nature)
menunjukkan bahwa hilangnya habitat yang diakibatkan manajemen
pertanian dan hutan yang tidak berkelanjutan menjadi penyebab terbesar
hilangnya keanekaragaman hayati. Bertambahnya jumlah penduduk
5

