Page 13 - EBOOK KEANEKARAGAMAN SAURIA
P. 13
sub-ordo tertentu dapat mengelupas atau melakukan pergantian kulit. Reptil
merupakan hewan berdarah dingin, maka dari itu mereka tidak bisa
mengatur suhu tubuh mereka sendiri dan selalu mengikuti suhu
lingkungannya, sehingga mengakibatkan reptil kesulitan beradaptasi di
tempat yang bukan lingkungan hidup asli mereka.
Reptil terdiri dari 4 ordo, dari keempat ordo tersebut Indonesia memiliki
tiga ordo, diantaranya yaitu Ordo Testudinata, Squamata dan Crocodylia.
Tuatara (Ordo Rhynchocephalia) merupakan reptil primitif yang terdiri dari
1 jenis dan hanya terdapat di Selandia Baru. Ordo Squamata dibagi lebih
lanjut menjadi tiga sub-ordo, yaitu: Sauria (Lacertilia) yang mencakup kadal;
Amphisbaenia; dan Serpentes (Ophidia) yang mencakup ular.
D. Subordo Sauria
Kelompok Sauria yang terdiri dari jenis kadal merupakan kelompok
terbesar dalam reptil. Sauria hidup bergantung pada faktor abiotik pada
lingkungan tempat tinggal untuk kelangsungan hidup. Faktor abiotik
merupakan sumber daya yang terdapat di alam berupa benda mati yaitu :
tanah, air, udara, dan mineral.
1. Ciri-ciri Subordo Sauria
Karakteristik umum dari sub-ordo Sauria adalah tubuh bersisik, licin,
lidah panjang, ekor panjang, dan berkaki empat. Kadal umumnya memiliki
kulit mengkilap dan berwarna kehijauan sampai coklat. Karakter morfologi
setiap jenis Sauria memiliki beberapa perbedan. Perbedaan karakter
morfologi yang khas dari jenis Sauria terdiri dari karakter permukaan kulit,
sisik, dan lidah. Kulit pada reptilia tidak berfungsi untuk pertukaran gas
sehingga tidak ada percampuran darah dari dalam dan darah berasal dari
luar. Fertilisasi reptil terjadi secara internal dan sebagian besar dari reptil
bersifat ovovivipar dan telur berkembang di luar tubuh.
8

