Page 19 - E-Modul Fisling Berbasis STEM_Neat
P. 19

Sifat-sifat gas ideal adalah sebagai berikut.

                a)  Gas ideal terdiri dari partikel-partikel yang disebut molekul-molekul dalam jumlah

                    besar. Molekul ini dapat berupa atom maupun kelompok atom.
                b)  Ukuran partikel gas dapat diabaikan terhadap ukuran wadah.

                c)  Setiap partikel gas selalu bergerak dengan arah sembarang (acak). Artinya, semua

                    molekul bergerak ke segala arah dengan pelbagai kelajuan.
                d)  Partikel gas terdistribusi merata pada seluruh ruangan dalam wadah.

                e)  Partikel gas memenuhi hukum newton tentang gerak.

                f)  Setiap  tumbukan  yang  terjadi  (baik  tumbukan  antar  molekul  maupun  tumbukan
                    molekul dengan dinding) adalah tumbukan lenting sempurna dan terjadi pada waktu

                    yang sangat singkat.


            D.  Persamaan Umum Gas Ideal

                Dalam pembahasan keadaan gas, ada tiga besaran yang saling berhubungan. Besaran-

                besaran tersebut adalah tekanan (P), volume (V), dan temperatur mutlak (T). Hubungan

                ketiga  besaran  ini  telah  dipelajari  dan  diteliti  oleh  para  ilmuwan.  Untuk  mengetahui
                bagaimana  hubungan  ketiga  variabel  tersebut,  mari  kita  pelajari  beberapa  hukum

                mengenai gas ideal.

               1)  Hukum Boyle


                   Seorang  ilmuwan  yang  menyelidiki  hubungan  volume  dengan  tekanan  gas  adalah

               Robert Boyle (1627 – 1691). Boyle telah menyelidiki hubungan tekanan dan volume gas             S
               dalam wadah tertutup pada temperatur tetap. Boyle menemukan bahwa : hasil kali tekanan

               dan  volume  gas  pada  temperatur  tetap  adalah  konstan.  Hukum  ini  kemudian  dikenal
               sebagai Hukum Boyle. Secara matematis, Hukum Boyle dituliskan dalam bentuk :


                          PV = konstan atau P1V1 = P2V2                                    (1.25)              M

                Keterangan :


                                           2
                P1 = tekanan gas awal (N/m )

                                        3
                V1 = volume gas awal (m )
                                           2
                P2 = tekanan gas akhir (N/m )

                                     3
                V2 = volume akhir (m )

                                                                                                   19
   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24