Page 21 - E-modul_Letitia Heryante_Neat
P. 21
sederhana berupa maltosa, agar lebih mudah dicerna.
Makanan yang sudah dikunyah terpecah menjadi bolus,
sehingga mudah ditelan, dan masuk ke kerongkongan.
Di dalam kerongkongan sebenarnya tidak terjadi
proses pencernaan, karena kerongkongan hanyalah jalan
bagi makanan. Namun seperti yang dijelaskan pada gambar
(lihat kembali bagian kerongkongan) terjadi gerakan
peristaltik di dalamnya. Gerakan peristaltik merupakan
gerakan otot dinding kerongkongan untuk mendorong masuk
makanan ke lambung. Otot dinding lambung mengalami
kontraksi dan relaksasi, karena itu, meskipun kamu makan
dalam keadaan tidur atau badan yang terbalik (kepala di
bawah dan kaki di atas) makanan akan tetap masuk ke dalam
lambung karena gerakan peristaltik ini.
Di lambung, makanan diproses kembali oleh enzim, menjadi
bubur (chyme). Enzim yang bekerja di lambung adalah
pepsin yang memecah protein menjadi pepton, lipase
yang mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol, dan
HCl yang berfungsi mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin
sekaligus membunuh kuman/ bakteri yang terbawa dalam
makanan karena sifat asamnya. Saat bayi, terdapat satu
enzim di dalam lambung, yaitu renin yang berfungsi
mengendapkan protein susu (ASI), enzim tersebut tidak lagi
bekerja setelah dewasa, karena konsumsi utama kita bukan
lagi susu.
S i s t e m P e n c e r n a a n M a k a n a n | 15

