Page 10 - MODUL MATERI TOLAK PELURU
P. 10
Saat akan melakukan tolakan 180 derajat, condongkan badan sedikit ke depan sehingga
ujung kaki kiri terangkat dari lantai, kaki kanan melakukan tolakan, dan kaki kiri
terdorong sampai balok batas lempar.
Bersamaan dengan gerakan tersebut, lakukan dorongan tangan dengan cara memutar
badan ke arah sektor pendaratan dan tangan kanan melakukan tolakan sekuat tenaga.
Saat tangan kanan melakukan tolakan, geser posisi kepala supaya tidak menghalangi
peluru menuju sektor pendaratan.
Untuk atlet kidal, lakukan cara di atas dengan menggunakan anggota tubuh yang
berlawanan.
Dalam sejarah olahraga lempar peluru, lemparan terjauh dengan menggunakan gaya
meluncur ini adalah lemparan dari atlet Ulf Timmermann dari Jerman Timur, yaitu dengan jarak
lempar sejauh 23,06 meter.
2. Gaya Berputar (Spin)
Gaya berputar diperkenalkan pertama kali pada tahun 1972 oleh Alexander Baryshnikov,
seorang atlet tolak peluru asal Rusia. Pada tahun tersebut, ia berhasil memecahkan rekor baru
untuk nomor putra dengan jarak 22 meter.
Ciri khas gaya spin adalah pelempar melakukan gerakan memutar sebesar 360 derajat
sebelum melakukan lemparan. Dengan cara ini, diharapkan atlet memiliki momentum untuk
melakukan lemparan sejauh mungkin.
Gaya berputar ini merupakan gaya yang paling sulit karena selain fokus pada tolakan,
atlet juga harus menguasai teknik berputar dengan benar. Gaya ini hampir sama dengan gaya
lempar cakram yang berputar dalam melakukan lemparan.
Untuk tolak peluru dengan gaya ini, berikut tahapan yang harus Anda lakukan.
Untuk awalan, posisikan tubuh sama seperti gaya glide, yaitu menghadap ke belakang,
tangan kanan memegang peluru dan menempelkannya ke leher kanan. Badan dalam
posisi tegak dan kepala miring.
Sejajarkan kedua kaki, jadikan kaki kiri sebagai tumpuan supaya kaki kanan bisa diayun
menuju tengah lingkaran.
Kaki kanan menuju area tengan lingkaran dengan tetap membelakangi area pendaratan
dan sudah bersiap menjadi poros.
Sebelum kaki kanan menapak tengah lapangan, kaki kiri yang sebelumnya menjadi poros
diangkat dan diayunkan dengan gerakan melingkar sehingga pada akhir putaran tubuh,
kaki kananlah yang menjadi poros.
Tapakkan kaki kiri di daerah belakang kaki kanan, sejajar dengan jarak sebahu lebih
sedikit dan posisi tubuh serong ke arah samping belakang.
Setelah kaki kiri menapak, tubuh dihadapkan ke sektor pendaratan, bersamaan dengan
tangan sebelah kanan melakukan tolakan ke arah depan dengan kekuatan penuh. Putaran
tumit, pinggul, lutut, dan dada ke arah depan akan memberikan tambahan daya dorong.

