Page 9 - MODUL MATERI TOLAK PELURU
P. 9
G. Gaya Tolak Peluru
Dalam sejarahnya, dikenal tiga gaya tolak peluru, yaitu gaya meluncur (glide), gaya
samping atau klasik, dan gaya berputar (spin). Namun, hanya gaya meluncur dan berputar yang
masih tetap digunakan hingga saat ini. Memilih gaya tolak peluru yang paling sesuai dengan
kemampuan atlet sangat penting dilakukan karena akan memengaruhi jauhnya lontaran peluru.
Agar Anda bisa menentukan gaya yang paling sesuai, simak penjelasan mengenai masing-
masing gaya tersebut di bawah ini.
1. Gaya Meluncur (Glide)
Gaya meluncur (glide) merupakan gaya tolak peluru yang pertama kali diperkenalkan.
Gaya ini sering disebut juga teknik O’Brien, sesuai nama penemunya, Parry O’Brien dari
Amerika Serikat. Meski demikian, gaya ini bukanlah gaya yang paling populer.
Pada gaya ini, atlet akan melakukan gerakan setengah putaran terlebih dahulu sebelum
melontarkan peluru. Pada persiapan awal, atlet menghadap ke arah belakang, kemudian
mendorong tubuhnya ke arah belakang, lalu segera menghadap ke depan dan melontarkan
peluru.
Gaya meluncur dilakukan dengan tahapan sebagai berikut.
Posisikan tubuh menghadap ke arah belakang atau membelakangi sektor pendaratan.
Pegang peluru dan tempelkan ke bagian leher kanan dengan posisi kepala sedikit miring
sesuai posisi peluru.
Posisikan badang sedikit menunduk dan condong ke sisi kanan sehingga bahu kiri lebih
tinggi.
Tempatkan lengan kiri di depan wajah.
Tekuk kaki kanan untuk memberikan daya tolakan dan posisikan kaki kiri di daerah
belakang, bisa sedikit ditekuk atau lurus dengan ujung kaki menyentuh lantai/tanah.

