Page 189 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 189
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
Kesempatan berdagang tersebut memberikan pengalaman yang
berharga bagi Deden untuk bertemu dengan orang-orang dari
berbagai kalangan. Bahkan ia mengaku pernah masuk ke ka-
wasan lokalisasi. Ia pun banyak bertanya kepada para Pekerja
Seks Komersial (PSK ), mengapa hingga terjun ke dunia yang
dianggap maksiat tersebut. Mereka mengaku bahwa hal itu
dilakukan karena faktor ekonomi.
Namun ia juga kaget saat ada PSK yang beli mukena juga.
“Ternyata secara pribadi, mereka masih punya keimanan, dan
takut kepada Allah,” ungkap Deden.
Dari pengalamannya itu, ia menyadari bahwa untuk menanggu-
langi masalah prostitusi tidak semudah yang di bayangkam. Na-
mun saat itu Deden merasakan paling tidak ia jadi mengetahui
masalah dan kendala di masyarakat.Untuk menghadapi mereka
tidak cukup di kasih uang.
Tidak hanya berdagang untuk menafkahi keluarga, setelah di
Pangandaran Deden langsung mengabdikan dirinya menjadi pe-
nasihat sekolah SMK di Pesantren Al Huda Turalak Kecamatan
Baregbeg. Deden membuat konsep sekolah dengan menyatukan
antara sistem pendidikan umum dengan pendidikan pondok pe-
santren.
Menurutnya, pendidikan harus diubah sesuai tuntutan zaman,
tapi dengan tidak meninggalkan tradisi yang sudah berjalan
baik. Menjaga yang terdahulu, tapi perlu membuat inovasi baru.
“Sistem pendidikan pesantren, baik yang murni salafiyah atau-
pun yang sudah mengadopsi pendidikan modern jangan hanya
hanyut terbawa arus tapi harus mempunyai konsep,” ungkapnya.
| 175

