Page 187 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 187

MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif  dari Pesantren


            pengusaha Travel Umroh di tahun 1970 di daerah Sukabumi.
            Meskipun bukan sebagai anak tertua, Deden merasa dituakan
            oleh saudara-saudaranya.


            Pendidikannya dimulai dari Sekolah Dasar di lingkungan Pe-
            santren Darul Qolam, Cabang Gontor, tahun 1982. Deden mera-
            sakan,  perlakuan  orang  tua  terhadap  dirinya  berbeda  dengan
            kakak dan adik-adiknya. Dari sekian banyak saudara, hanya dir-
            inya yang dikirim ke pesantren oleh orang tua. Sejak SD, Deden
            sudah dipesantrenkan ke daerah Bogor. Kemudian setelah lulus
            SD, ia dikirim ke tangerang, juga untuk belajar di pesantren dan
            bersekolah. Tahun 1986 , Deden masuk Pesantren di Manonjaya
            sambil Sekolah Menengah Atas (SMA).


            Hidup jauh dari orang tua justru membentuk jiwa kemadirian
            Deden. Bahkan ketika kelas satu SD, ia mulai belajar mandiri
            dengan cara berdagang untuk mencukupi kebutukan selama se-
            kolah sambil pesantren. Bahkan yang dia lakukan tersebut juga
            diketahui orang tuanya.


            Hingga pada ahirnya, Deden siap berumah tangga. Dari pernika-
            hannya dengan Ipah Hapipah, Deden dikaruniai tujuh anak; Hijri
            Alawiah Zulfa, Intan Tajinajiah, Nala Najatul Fuadi, Muhamad
            Saukidia, Gina Fajwatul Atiah, Muhamad Fasha Tanwilrohijah,
            Muhamad Mafaz Muntahai Ija. Saat ini isterinya sedang men-
            gandung anak yang ke delapan.

            Pola didik orang tua yang selama ini dia alami, kemudian dia
            terapkan  untuk mendidik  anak-anaknya.  Berlatih  untuk hid-
            up mandiri dan prihatin,  seperti  yang dia tanamkan kepada
            anak-anaknya  untuk  mencari  bayar  kuliah  sendiri.  Bahkan  ia
            sengaja tidak pernah memberi uang jajan kuliah anaknya agar
            dia bisa madiri.



                                                                      | 173
   182   183   184   185   186   187   188   189   190   191   192