Page 191 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 191
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
Alasan lain, selain
mengikuti zaman, den-
gan memadukan pesant-
ren dengan sekolah maka
akan mempermudah
penyebaran syiar Islam.
Menurut Dede, penyeb-
aran agama Islam perlu
metodologi yang jelas.
“Kita boleh terbuka ter-
hadap program pemerin-
tah, tapi kami juga ingin
mencetak santri yang ta-
faqquh fi-ddin, mampu
mendalami ilmu agama,”
tegasnya.
di Lokasi mebel bersama Pak Masrur RMI
Kenyataanya, lanjut Deden, minat masyarakat terhadap pondok
pesantren salafiyah mulai memudar. Karena masyarakat seka-
rang lebih membutuhkan formalitas ijazah. Akhirnya, untuk
menarik minat masyarakat, perlu memperhatikan apa kemauan
mereka lalu mengikutinya.
Pesantren Turalak memberlakukan pola pendidikan 12 jam per
hari. Jadi, tidak ada waktu senggang untuk anak-anak bermain.
Pulang sekolah, para santri langsung ke pesantren.
Agar tetap eksis, selain memberikan pendidikan agama, pesant-
ren juga membekali kecakapan hidup bagi santri. Oleh karena
itu, Pesantren Turalak juga melatih santri keterampilan kerja.
Antara lain, setiap pagi semua santri dijadwalkan pergi kolam
untuk mengurus kolam dan memberi pakan ikan. Di samping
kolam punya pesantren, santri juga mengelola kolam untuk
kepunyaan santri sendiri.
| 177

