Page 243 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 243

MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif  dari Pesantren


            Pendirian pondok pesantren Inayatullah di Gasing tidaklah mu-
            dah, apalagi usianya saat itu relatif masih sangat belia, 22 tahun.
            Apalagi pada waktu itu, kondisi sosial keagamaan dan ekonomi
            masyarakat  Gasing masih  terbilang  tertinggal,  khususnya di
            bidang pendidikan agama Islam. Akibatnya, masyarakat sekitar
            terkesan “cuek” dengan pendidikan anak-anaknya. Terkadang,
            anak usia sekolah diharuskan membantu orang tuanya mencari
            nafkah, sehingga pendidikan anak terabaikan dan bahkan tidak
            sedikit anak-anak di Gasing yang buta huruf.


            Ketika  awal  membuka  pondok pesantren  Inayatullah  Gasing,
            bersama tiga orang temannya yang sama-sama masih kuliah di
            IAIN Raden Fatah—sekarang UIN Raden Fatah—mereka men-
            empati rumah dinas Puskesmas dengan Masjid Gasing sebagai
            pusat pembelajaran pertama. Langkah pertama, ia mendirikan
            Taman  Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan pada  1997 ia  mem-
            beranikan diri membuka Madrasah Tsanawiyah (MTs) dengan
            “menumpang” di Balai Desa Gasing.


            Dengan  santri  MTs seadanya  dan  kondisi  Balai  Desa Gasing
            yang tidak layak dijadikan ruang belajar. Sehingga ketika musim
            hujan proses belajar mengajar dihentikan karena kebanjiran ser-
            ta atap bocor dan suara atap seng yang bising. Sebaliknya, bila
            musim panas (kemarau), para santri dan ustadz kepanasanakibat
            atap seng dan tanpa plafon.

            Tekad yang kuat, membuat Hendra harus berpikir keras untuk
            mambangun  pondok pesantren Inayatullah  Gasing. Setahap
            demi setahap, pembangunan pondok pesantren Inayatullah Gas-
            ing mulai menggeliat. Mulai membangun ruang kelas dari papan
            dan tiang gelang, ibarat “laskar pelangi”.

            Atas bantuan berbagai pihak, maka akhirnya ruang kelas mulai



                                                                      | 229
   238   239   240   241   242   243   244   245   246   247   248