Page 241 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 241

MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif  dari Pesantren


            DPD RI (2016-2019). Sejak kecil, ia ditempa dengan pendidikan
            agama Islam, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.

            Ia menempuh pendidikan dasar di Sekolah Dasar 100 Palem-
            bang (tamat  tahun 1986). Ia melanjutkan  pendidikan di Ma-
            drasah  Tsanawiyah Negeri II Palembang (tamat  tahun 1989).
            Selepas  dari  Madrasah  Tsanawiyah  Negeri  II Palembang, ia
            memperdalam ilmu agama Islam di pondok pesantren Pabelan
            Muntilan (1990) dan pondok pesantren Al-Amien Prenduan Su-
            menep Madura (tamat tahun 1994). Selanjutnya ia menempuh
            studi diperguruan tinggi.

            Untuk jenjang pendidikan Strata Satu (S-1) di Fakultas Ushu-
            luddin (tamat tahun 2000) IAIN Raden Fatah Palembang. Se-
            mentara jenjang Strata Dua (S-2) dengan konsentrasi di bidang
            Manajemen Pendidikan Islam (tamat tahun 2004) juga di IAIN
            Raden Fatah Palembang--saat ini berubah menjadi UIN Raden
            Fatah Palembang.


            Di masa kecilnya,  Ustadz Hendra tidak  jauh  berbeda dengan
            anak-anak lainnya yang berada di Lorong Muhajirin I Kampus
            TVRI Palembang, seperti bermain layangan, dan kelereng, dan
            lainnya. Menginjak usia 12 tahun, ketika memasuki kelas I Ma-
            drasah  Tsanawiyah Negeri (MTsN) II Palembang,  sang ayah
            yang  sangat  dicintai  Drs. Zainuddin  Thalib  menghadap  Ilahi
            Robbi karena sakit. Di usia kanak-kanak inilah, Ustadz Hendra
            harus berjuang tanpa kenal lelah membantu sang Ibu, Hj. Ruk-
            mini berjualan sayuran sambil sekolah. Karena tekad yang bulat
            untuk menempuh pendidikan, setamat dari MTsN II Palembang
            (1989), yang memohon izin pada sang ibu untuk melanjutkan
            pendidikan di di pulau Jawa. Dengan berat hati sang ibu mengiz-
            inkan Ustadz Hendra melanjutkan pendidikannya.




                                                                      | 227
   236   237   238   239   240   241   242   243   244   245   246