Page 236 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 236
Hasan Nuri Hidayatullah | Kesuksesan Berawal dari Kesungguhan
Betapa kagetnya rombongan itu, terutama ketua rombongannya.
Ternyata orang yang mereka kira santri, yang dari tadi mene-
mui mereka adalah Hasan itu sendiri. Mereka sama sekali tidak
mengira bahwa sosok Hasan masih muda seperti santri biasa.
Dengan tersipu malu, akhirnya ketua rombongan itu meminta
maaf kepada Hasan atas sikap yang telah diperbuatnya. “Tidak
apa-apa, Pak, saya sudah sering mengalami kejadian seperti ini.
Banyak orang yang mengira bahwa saya santrinya Hasan,” tutur
Hasan.
Cerita lain yang tak kalah memancing tawa adalah ketika Hasan
diundang untuk mengisi pengajian di luar daerah. Sebagaima-
na biasa, ia didampingi oleh santri senior sekaligus ajudannya,
Noorjuman. Sesampai di tempat pengajian, karena Noorjuman
berpakaian rapi, necis, berjas, bersepatu, maka tuan rumah men-
giranya Hasan.
Tak pelak para jamaah berebut menyalami dan mencium tan-
gannya serta mempersilahkannya duduk di bagian depan sejajar
dengan para kyai lainnya. Sedangkan Hasan sendiri tertinggal
jauh dibelakang, dan akhirnya duduk di baris kursi jamaah yang
lainnya. Tuan rumah dan jamaah baru tersadar ketika saatnya
Hasan naik ke mimbar untuk memberikan ceramah. Ternyata
mereka salah menyambut orang. Dalam anggapan mereka hasan
adalah orang yang telah mereka sambut dan dipersilahkan duduk
di depan.
Selain humoris, di mata para santri, Hasan merupakan sosok
yang istiqomah. “Al-Istiqomah khairun min alfi karomah,” ada-
gium ini inilah yang selalu ditekankan kyai muda ini kepada
para santrinya. Menurut Faiz, santri yang kini mengabdi sebagai
ustadz di pesantren Ash-Shidiqiyah 4, salah satu bentuk keis-
| 222

