Page 235 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 235
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
Santun dan Istiqomah
Rumah Hasan di pesantren Ash-Shidiqiyah hampir tidak pernah
sepi dari para tamu yang mengunjunginya. Mulai dari orang tua
santri, jamaah, kerabat bahkan para kyai dari berbagai pondok
pesantren pun sering dijumpai di sana. Tamu dari berbagai daer-
ah silih berganti, datang dan pergi seakan tak pernah habis. Sikap
hangatnya dalam menerima tamu membuat orang-orang yang
mengunjunginya merasa betah. Bahkan tak sungkan-sungkan
Hasan seringkali menawarkan menginap kepada para tamunya.
Usianya yang muda tak membuatnya merasa kikuk dalam me-
nerima tamu-tamunya.
Suatu ketika datang serombongan orang tua wali santri hendak
menengok putranya di Ash-Shiddiqiyah. Seperti biasa, santri
yang piket berjaga mengantarkan mereka ke kediaman Hasan.
Kebetulan waktu itu Hasan dengan berpakaian “sederhana” se-
dang menerima tamu lainnya di teras rumahnya, sehingga santri
yang mengantarkan rombongan tersebut langsung kembali ke
tempat tugasnya.
Setelah sekian lama ngobrol basa-basi, lantas ketua rombongan
wali santri tersebut berkata, “Mas, tolong kasih tahu ke pak kyai,
nya kita mau bertemu dengan beliau. Di setiap pesantren mana-
pun, ketika saya berkunjung, saya selalu ditemui oleh kyainya.”
Mendengar permohonan ini, Hasan agak kaget karena setelah
lama ngobrol, ternyata tamu tersebut belum menyadari belum
bicara dengan siapa.
Dengan sedikit berbisik kepada pembantunya, Hasan lantas
pamit untuk masuk ke dalam rumah. Sekitar lima menitan, si
pembantu memberitahu rombongan tadi bahwa mereka sudah
ditunggu oleh Pak Kyai di dalam rumah.
| 221

