Page 277 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 277

MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif  dari Pesantren


            mencari rumput di sawah untuk ternak peliharaan ayahnya. Dan
            di sore hari ia akan mengaji bersama teman-temannya di kam-
            pung. Ia mengaji kepada ayahnya sendiri yang kiai dan mem-
            buka pengajian untuk anak-anak di rumahnya. Tidak hanya itu,
            Heri kecil juga suka mengikuti ayahnya pergi ke berbagai tem-
            pat untuk menyampaikan ceramah.

            Selepas SD, seperti anak-anak lain, ia ingin sekali meneruskan
            sekolah di SMP negeri, tapi ia tak lolos seleksi/ujian masuk.
            Lalu ayah Heri, yang banyak berkawan dengan aktifis Mumm-
            madiyah, setuju Heri kecil melanjutkan pendidikannya di SMP
            Muhammadiyah  Piyungan. Di sekolah lanjutan  pertama ini,
            Heri  kecil  menyukai  mata pelajaran  Bahasa  Inggris sehingga
            nilai ujian untuk mata pelajaran ini mencapai sempurna 10.


            Pada saat yang sama, minat dan bakat Heri kecil pada organisasi
            mulai tampak. Ia tidak hanya mengikuti berbagai lomba, seperti
            cerdas cermat, azan dan iqomah, dan pidato, tapi juga aktif di
            IPM (Ikatan Pemuda Muhammadiyah) serta pramuka, tanpa ha-
            rus meningglkan kebiasaannya mengaji di rumah sendiri. Sele-
            pas SMP, ia kembali ingin meneruskan pendidikannya di sebuah
            sekolah yang berstatus “negeri,” tapi sekali lagi ia tak beruntung
            lulus ujian masuk SMAN yang ia inginkan.


            Ia pun sekali lagi meneruskan sekolahnya di lembaga pendidikan
            Muhammadiyah, yakni SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Di
            sekolah menengah ini ia tumbuh menjadi pemuda yang enerjik
            dan kreatif. Ia terpilih sebagai Ketua OSIS dan pengurus IPM
            Kotagede Yogyakarta. Di sela kesibukannya mengurus organ-
            isasi, ia masih sempat mewakili sekolahnya dalam lomba cer-
            das-cermat di TVRI dan ikut terlibat dalam sebuah pementasan
            teater sekolah di gedung Purna Budaya Yogyakarta sebagai pe-
            meran tokoh orang tua.



                                                                      | 263
   272   273   274   275   276   277   278   279   280   281   282