Page 293 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 293

MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif  dari Pesantren


                                                Demi      berkembangnya
                                                dakwah, beberapa waktu
                                                kemudian  Rifqi  memilih
                                                hijrah, mendirikan pesant-
                                                ren dan lembaga pendi-
                                                dikan di desa lain. Kemu-
                                                dian  Abror yang  dipilih
                                                untuk melanjutkan pesant-
                                                ren serta beberapa majelis
                                                taklim  yang  dirintis  oleh
                                                almarhum  ayahnya.  Den-
                                                gan segala  pasang-surut-
                                                nya, ketiga pesantren ini
                                                masih  istiqomah  sebagai
                                                tempat belajar ribuan san-
            tri dari dalam ataupun luar Kota Purwokerto. Bahkan beberapa
            alumninya  sudah mengembangkan  perjuangan  dakwahnya  di
            daerah masing-masing.


            Pada kisaran pertengahan bulan Juni 2009, Muhammad Hasan
            Jamaluddin, atau akrab disapa Gus  Hasan wafat karena ke-
            celakaan lalu lintas di jalur Banyumas – Kebumen. Ia mening-
            galkan seorang istri dan dua putra yang masing-masing beru-
            mur dua tahun dan delapan bulan. Dua putra yatim inilah yang
            kemudian  diasuh  bersama  sekeluarga,  khususnya Abror yang
            langsung menyatakan sebagai ayah dari kedua yatim tersebut.

            Anak Yatim dan Embrio Sekolah Gratis


            Begitu banyak waktu yang dihabiskan oleh Abror dengan kedua
            keponakan yang yatim itu, hingga pada suatu hari di saat hujan
            turun cukup deras berkatalah Muhammad Faqih anak pertama
            dari kedua yatim tersebut, “Riyin tah pas Bapak teksih wont-



                                                                      | 279
   288   289   290   291   292   293   294   295   296   297   298