Page 295 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 295
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
dilakukan tanpa donatur tetap dan hanya mengandalkan usaha
seadanya ditambah dengan beberapa donatur tidak tetap yang
menyumbang semampunya.
Para yatim diberi santunan secara rutin setiap bulan sesuai den-
gan kebutuhannya, dan di setiap hari Asyuro (tanggal 10 Mu-
haram) mereka dikumpulkan untuk diberi santunan istimewa,
makan bersama, dan bercengkrama dengan para walinya.
Satu persatu keluh kesah para yatim dan ibunya itu didengar-
kan dengan seksama oleh Abror hingga salah seorang ibu dari
yatim itu berkata, “Gus Abror, kalau bisa Panjenengan buat se-
kolah gratis. Karena terkadang kami sedih menyekolahkan anak
kami di sekolahu umum. Walaupun ada dana BOS, tapi pada
kenyataannya pungutan tetap ada. Belum lagi anak-anak kami
terkadang kebawa-bawa gaya hidup teman-temannya. Pokokn-
ya kalau temannya punya apa biasanya langsung meminta itu
kepada kami tanpa mau tahu keadaan orang tuanya.”
Rupanya curahan hati ibu tersebut begitu mengena di hati Abror,
hingga muncul keinginan untuk mendirikan lembaga pendidikan
formal yang bisa mengadakan kegiatan belajar mengajar tanpa
membebani orang tua murid.
Awalnya, banyak yang menganggap gagasan mendirikan se-
kolah gratis merupakan mimpi di siang bolong. Karena untuk
mendirikan sekolah bukan hal yang mudah, dibutuhkan persia-
pan dan perijinan yang lumayan njlimet. Sempat ditolak dan dit-
inggalkan rekan-rekannya, Abror terus merawat kesungguhan
disertai niat yang baik. Usaha itu akhirnya membuahkan hasil.
Ijin sekolah resmi dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan dan seko-
lah alam itu diberi nama “SMP Alam Al-Aqwiya”.
| 281

