Page 292 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 292

MUHAMMAD ABROR |  Penggerak Dakwah Sosial



            Setelah menyelesaikan  pendidikan di Cirebon, ia sebenarnya
            berkeinginan untuk melanjutkan studi di Makkah, Saudi Arabia.
            Ia pun terdaftar sebagai salah satu siswa yang akan diberangkat-
            kan ke sana. Namun takdir berkata lain, beberapa hari menjelang
            keberangkatan, ayahnya wafat. Walaupun tekadnya masih bulat
            untuk tetap berangkat, keinginan itu harus diurungkan karena
            sang ibu menghendaki agar ia tetap di rumah melanjutkan per-
            juangan sang ayah. Akhirnya ia harus menunda semua rencana
            itu demi mengabulkan permintaan ibunya.

            Meneruskan Perjuangan Sang Ayah


            KH Ahmad Syamsul Ma’arif wafat meninggalkan tujuh orang
            anak, yang semuanya masih dalam keadaan labil secara ekonomi.
            Jangankan berebut warisan, untuk sekedar mengambil jenazah
            ayah dan menyelesaikan administrasi di rumah sakit saja, kelu-
            arga harus menghutang terlebih dulu.
            Almarhum Kiai Ma’arif memberi pelajaran kepada santri dan
            anak-anaknya, bahwa menjadi pejuang dan orang yang berman-
            faat di masyarakat tidak  harus menunggu kaya raya terlebih
            dahulu. Dengan jiwa yang begitu bersahaja itulah, sosok Kiai
            Ma’arif mendidik keluarga, murid dan masyarakat sekitar. Kare-
            na kekayaan yang sejati bukanlah tentang seberapa banyak harta
            yang kita miliki akan tetapi sebesar apa hati dan jiwa mensyuku-
            ri serta menyikapi karunia Allah.

            Sepeninggal  ayahnya,  tongkat  estafet  perjuangan  kemudian
            diserahkan kepada beberapa  putra yang telah  menyelesaikan
            jenjang pendidikan di pesantren dan mukim di rumah. Seperti
            Muhammad Rifqi Mushtofa (anak pertama), Muhammad Abror
            (anak kedua) dan KH. Abdul Muin (menantu).





            | 278
   287   288   289   290   291   292   293   294   295   296   297