Page 287 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 287
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
sama lain secara menguntungkan. Untuk mendukung keperluan
ini, tidak tanggung-tanggung, pesantren dengan bantuan warga
masyarakat dan pihak terkait mengangkat air sungai Kaliopak
ke ketinggian 800 m dengan mesin dan pipa-pipa, sehingga 5 ha
tanah di dataran tinggi ini mendapat suplai air secara konstan.
Dengan suplai air yang terjaga, pesantren bisa menentukan je-
nis tanaman yang hendak disemaikan di lahan ini tanpa hawatir
akan kekeringan. Mula-mula air dari sungai Kaliopak ini akan
mengairi lahan persawahan (padi), lalu turun ke lahan yang di-
tanami sayur-sayuran, dan lalu ke kolam ikan, dst. Tepian lahan
seluas 5 ha itu ditanami rumput Kalanjana yang tidak akan habis
untuk terus dipanen sebagai makanan ternak, dan ternak akan
menghasilkan kotoran, dan kotoran akan menjadi pupuk bagi
kesuburan padi dan tanaman lainnya.
Padi itu sendiri akan dipanen dan jeraminya akan digunakan
untuk makanan sapi. Sementara itu, katul yang dihasilkan dari
proses pengolahan padi menjadi beras akan sangat berguna un-
tuk makanan ikan. Siklus itu akan bergulir terus dan menghasil-
kan keseimbangan alam yang sehat.
Kepedulian, ketekunan, dan kegigihan pesantren Lintang Songo
dalam mengelola dan menyuburkan lingkungan pada akhirnya
mendatangkan manfaat yang tidak sedikit baik bagi 217 santri
yang bermukim di pesantren, juga bagi masyarakat di sekitar
pesantren. Pola pengelolaan pesantren dengan cara seperti yang
dilakukan Lintang Songo ini akhirnya banyak menarik minat re-
searchers untuk melakukan penelitan di pesantren ini, disamping
menarik minat instansi-instansi tertentu dan orang-orang secara
pribadi untuk berkunjung ke temppat ini. Sejauh ini Lintanag
Songo telah menerima kunjungan orang-orang tidak kurang dari
13 negara.
| 273

