Page 16 - Fundamen Anatomi Fisiologi Manusia Bagian I BKD
P. 16
PENERAPAN / APLIKASI
DALAM FARMASI
Alhamdulillah hingga bagian ini, kita sudah mendapatkan gambaran dan memahami mengenai
sistem homeostatis tubuh, peran sistem organ di dalamnya, serta sistem pengaturan tubuh
dalam melaksanakan fungsi ini.
Dalam mempelajari ilmu farmasi, saudara nantinya akan dipersiapkan untuk menjadi seorang
ahli/ expert dalam obat-obatan. Dalam kondisi sakit, dimana umumnya terjadi gangguan
homeostatis pada tubuh, obat akan bekerja dengan cara membantu tubuh mengembalikan
keadaan homeostatisnya. Obat sendiri merupakan suatu bahan atau campuran bahan-bahan
yang digunakan untuk mendiagnosa, mencegah, mengurangi, menghilangkan, menyembuhkan
penyakit/ gejala penyakit, luka atau kelainan yang terdapat pada anggota tubuh manusia/
hewan, dan juga termasuk dengan tujuan perawatan/ memperelok tubuh/ bagian tubuh.
Tentunya dengan tujuan tersebut, obat secara langsung ataupun tidak langsung akan
berinteraksi dengan lingkungan internal tubuh dan mempengaruhi homeostatis tubuh.
Contohnya captopril, salah satu obat golongan angiostensin converting enzyme (ACE) Inhibitor
yang bekerja untuk membantu menstabilkan tekanan darah manusia; Glibenklamid, obat yang
membantu meningkatkan sensitifitas sel terhadap insulin dan menurunkan produksi glukosa
sehingga dapat menjaga agar konsentrasi glukosa dalam tubuh dalam rentang normal; atau
bahkan pemberian infus larutan RL (Ringer laktat) yang mengandung natrium laktat, kalium
klorida, dan kalsium klorida yang diberikan pada pasien yang mengalami dehidrasi, guna untuk
mencapai keseimbangan cairan tubuhnya Kembali; dan masih banyak obat dan terapi lainnya.

