Page 14 - Fundamen Anatomi Fisiologi Manusia Bagian I BKD
P. 14
Jika kita melihat lebih lanjut pada variable yang diatur, tentunya variabel - variabel tersebut
akan mengalami berbagai perubahan seiiring dengan usaha homesotatis yang dilakukan tubuh.
Seperti kadar glukosa darah yang akan berubah-ubah sesuai dengan asupan makanan yang kita
makan. Lebih lanjut, perubahan yang terjadi pada lingkungan internal tubuh tersebut tentunya
akan terdeteksi oleh sensor tertentu yang nantinya akan mennghasilkan signal tertentu yang
akan dikirimkan ke pusat kontrol/ integrator. Integrator yang sudah memiliki rentang tertentu
sebagai standar homeostatis terhadap semua variabel yang diatur, jika pesan/sinyal yang
diterimanya diterjemahkan melampaui rentang tertentu tersebut, selanjutnya integrator akan
mengirimkan pesan ke efektor/targetnya yang akan melakukan suatu aksi untuk menstabikan
kembali keadaan yang terdeteksi.
Aksi yang dilakukan oleh efektor tersebut dapat kita bagi menjadi dua kelompok besar, yaitu aksi
umpan balik negatif/ negative feedbackloop dan aksi umpan balik positif/ positive feedbackloop.
Jika aksi yang dilakukan oleh target atau efektor bersifat menghilangkan stimulus yang
dikirimkan, yang dalam hal ini adalah perubahan pada variable diatur, maka hal ini disebut dengan
umpan balik negative. sebaliknya, jika aksi yang dilakukan oleh efektor bersifat meningkatkan
stimulus yang dikirimkan, yang dalam hal ini adalah meningkatkan ataupun menurunkan
perubahan pada variabel yang diatur, aksi ini disebut dengan umpan balik positif. Hal ini akan
kita bahas lebih lanjut pada bab berikutnya.
Gambar 5. Digram penyederhanaan sistem pengaturan/regulasi proses homeostatis.

