Page 9 - Fundamen Anatomi Fisiologi Manusia Bagian I BKD
P. 9
Pada dasarnya manusia dapat kita umpamakan sebagai sebuah kantong yang berisi air. Di dalam
tubuh manusia, sekitar 60% adalah cairan. Dimana cairan tersebut terbagi ke dalam dua
kompartemen yang dibatasi oleh membran sel. Sebagian besar cairan tersebut (66%) terdapat di
dalam sel, yang kita sebut dengan cairan intraselular (ICF, Intracelular Fluid), atau yang biasa
juga kita sebut dengan sitoplasma. sisanya (33%), terdapat di luar sel yang disebut dengan
cairan ektraselular (ECF, Ekstraselular Fluid).
Dengan sangat beragamnya jenis sel yang terdapat di dalam tubuh kita, tentunya masing-masing
jenis sel tersebut memiliki kondisi/karakteristik cairan interselular yang berbeda- beda juga,
sehingga pengukuran/penilaian kualitas kondisi cairan didalam sel tersebut akan sangat sulit
untuk dilakukan. Pengukuran dengan metode ini tentunya harus mempertimbangkan posisi
tempat kita berada, keragaman karakterikstik semua sel, dan tentunya kita harus
menghitungnya satu persatu, yang akan sangat kompleks sekali untuk dilakukan.
Sehingga, jika kita harus menentukan kondisi lingkungan internal tubuh, metode yang lebih
praktis dan memungkinkan untuk dilakukan adalah dengan mengukur/ menilainya melalui cairan
ekstraseluler. Kita tahu bahwa cairan ini ditemukan diluar sel, cairan inilah nantinya yang akan
mengandung zat-zat yang akan dibawa masuk dan keluar dari cairan intraselular yang berada di
dalam sel, oleh karena itulah pada cairan inilah kita dapat menggambarkan bagaimana tubuh
menjaga homeostatis relative tubuh kita. Cairan ekstraseluler terbagi atas dua kompartemen,
yaitu 25% merupakan plasma darah, dan 75% merupakan caiaran interstisial (cairan yang
terdapat diantara sel di dalam jaringan).

