Page 12 - Fundamen Anatomi Fisiologi Manusia Bagian I BKD
P. 12
sistem organ berikutnya yang terlibat dalam homeostatis adalah system saraf dan system
endokrin. sistem-sistem ini merupakan sistem organ yang berperan sebagai integrator/ pengatur
dalam keseluruhan kegiatan tersebut. Dua system ini yang bertugas mengkoordinasikan dan
mengkomunikasikan tugas yang akan dijalankan oleh masing-masing organ nantinya. Disamping
itu, mereka jugalah yang akan menginstruksikan efektor untuk melalukan upaya/aksi
homeostatis.
Sistem tubuh berikutnya dalam homeostatis adalah system limfatik, sistem organ yang memiliki
fungsi imunitas. Sistem limfatik terlibat dalam fungsinya sebagai pelindung/proteksi dari benda
asing dari luar tubuh yang akan mengganggu kondisi alami cairan ekstraselular. Misalnya ketika
adanya infeksi bakteri yang terjadi didalam tubuh kita, maka bakteri tersebut akan
mengeluarkan sejenis senyawa hasil metabolisme tubuhnya kedalam cairan ekstraseluler, yang
tentunya akan merubah kondisi alami caiaran ekstraseluler, dan biasanya hal inilah yang mebuat
kita merasakan sakit, dan disinilah peran imunitas tubuh kita nantinya akan memerangi bakteri
serta efek dari infeksi tersebut sehingga mengembalikan kondisi homeostatis tubuh.
Selain sistem limfatik yang berperan sebagai proteksi atau pelindung, tubuh juga memiliki kulit
sebagai pelindung. Kulit mencegah hal – hal asing masuk kedalam tubuh dengan cara menjadi
pelindung pertama yang mencegah terjadinya kontaminasi lebih lanjut kedalam lingkungan
internal tubuh.
Sistem terakhir yang masih diperdebatkan keterkaitannya dengan sistem homeostatis, namun
sistem ini sudah pasti termasuk kedalam skala homeostatis yang jauh lebih besar, yaitu perannya
dalam upaya membentukan indivudu baru sehingga menjaga homeostatis kehidupan secara lebih
luas. Kita tahu bahwa, tanpa adanya individu baru, upaya tubuh dalam mempertahankan
homeostatis akan sia-sia, karena semua upaya masing-masing organisme dalam
mempertahankan homeostatis individunya hanya akan berujung pada kepunahan spesiesnya
masing-masing. Disinilah peran yang dimainkan oleh sistem reproduksi tubuh.

