Page 345 - Candi Indonesia (Jawa)
P. 345
Brandes menempatkan According to Brandes
candi tersebut pada masa the temple represents the
Mpu Sindok (abad ke-10) architectural style of Mpu
bahkan lebih tua lagi, dan Sindok period (10th century)
mungkin merupakan bagunan tertua di Jawa Timur and even a much older period, and possibly the
yang merupakan prototipe untuk candi bata di Jawa oldest structure in East Java, which is a prototype
Timur yang memperlihatkan gaya Jawa Tengahan yang for brick temple in East Java that showing pure
murni. Sejalan dengan pandangan Brandes beberapa Central Javanese style. In line with the view of
sarjana seperti Krom, Maclaine Pont, Vogler dan Coedes Brandes, some scholars such as Krom, Maclaine
menempatkan pertanggalan candi ini pada masa akhir 3RQW 9RJOHU DQG &RHGHV ZKR FODVVL¿HG WKLV WHPSOH
Jawa Tengahan atau masa awal Jawa Timuran. Akan as belong to the end of Central Javanese period or
tetapi beberapa sarjana lainnya seperti Parmentier dan early East Javanese period. However, some other
Dumarçay, menempatkan Candi Gunung Gangsir pada scholars such as Parmentier and Dumarçay, put
ini pada masa Majapahit, abad ke-14, berdasarkan gaya Candi Gunung Gangsir in the Majapahit period,
arsitekturnya. 14th century, based on its architectural style.
Candi Gunung Gangsir merupakan sebuah candi Candi Gunung Gangsir is a very unique
yang sangat unik, karena merupakan satu-satunya candi temple, because it is the only temple in East
Jawa Timur yang menggabungkan gaya arsitektur Jawa Java that combines architectural style of East
Timuran dengan bentuk dan gaya ragam hias Jawa Java with style of ornament of Central Java.
Tengahan. Selain itu candi Gunung Gangsir merupakan Also, Candi Gunung Gangsir is the only temple
satu-satunya candi yang menggunakan teknik cetak that uses molding techniques for a variety of
untuk menampilkan ragam hiasannya. Berdasarkan hal ornaments. Based on that, according to Marijke
tersebut menurut Marijke J. Klokke mungkin Candi J. Klokke Candi Gunung Gangsir may be restored
Gunung Gangsir pernah direstorasi pada masa akhir at the end of East Java period by using materials
Jawa Timuran dengan menggunakan material (bahan- (ornamental materials) from older temples. Thus,
bahan ornamental) dari candi yang lebih tua. Dengan the present Candi Gunung Gangsir was probably
demikian Candi Gunung Gangsir yang sekarang ini built in the Singhasari or Majapahit period but
mungkin berasal dari masa Singhasari atau Majapahit using terracotta ornament or mold materials from
tetapi menggunakan material terakota hiasan atau an older period. (hsd)
cetakannya yang berasal dari masa yang lebih tua. (hsd)
316

