Page 343 - Candi Indonesia (Jawa)
P. 343

CANDI Gunung Gangsir




      Alamat                       Candi Gunung Gangsir diberi nama menurut           Candi Gunung Gangsir is named after
      Desa Gunung Gangsir, Beji,   nama desa lokasi candi itu berada, yaitu Desa Gunung   the village where the temple is located, Gunung
      Pasuruan, Jawa Timur
      Koordinat               Gangsir. Informasi awal mengenai Candi Gunung     Gangsir Village. H. I. Domis, Resident of
      7° 35’ 12,800” LS 112° 44’ 1,000” BT
      Ketinggian              Gangsir diperoleh dari H.I. Domis, Residen Pasuruan,   Pasuruan, who visited the ruins of the temple in
      23 mdpl
                              yang mengunjungi reruntuhan candi tersebut pada        JDYH ¿UVW LQIRUPDWLRQ DERXW &DQGL *XQXQJ
                              tahun 1830. Pada tahun 1840 candi tersebut dikunjungi   *DQJVLU  +  1  6LHEXUJK  D GUDIWVPDQ ZKR PDGH
                              pula oleh juru gambar H.N. Sieburgh, yang membuat   a drawing of the temple ruins, also visited the

                              lukisan mengenai reruntuhan candi tersebut. Dalam   temple in 1840. J. L. A Brandes, Chairman of
                              rangka lawatannya ke beberapa peninggalan arkeologi   Commissie voor Oudheidkundige Onderzoek op
                              di Jawa Timur pada tahun 1903 J.L.A. Brandes, Ketua   Java en Madoera, also visited the ruins of Candi
                              &RPPLVVLH YRRU 2XGKHLGNXQGLJH 2QGHU]RHN RS -DYD HQ  Gunung Gangsir during his visit to some of the
                              0DGRHUD  mengunjungi pula reruntuhan Candi Gangsir.   archaeological heritage in East Java in 1903.
                              Ia sangat terkesan oleh candi ini karena menurut   +H ZDV YHU\ LPSUHVVHG E\ WKLV WHPSOH EHFDXVH LQ
                              pandangannya candi tersebut merupakan “PLVVLQJ    KLV YLHZ WKH WHPSOH LV D ³PLVVLQJ OLQN´ EHWZHHQ
                              OLQN´ antara gaya seni bangunan di Jawa Tengah dan   the architectural style in Central Java and East
                              Jawa Timur. Sejak itulah candi Gunung Ganggisr    -DYD  6LQFH WKHQ &DQGL *XQXQJ *DQJVLU EHJDQ
                              mulai menarik perhatian para peneliti, di antaranya H.   attracting  researchers’ attention, including H.
                              Parmentier (1907), N.J. Krom (1923), Maclaine Pont   Parmentier (1907), N. J. Krom (1923), Maclaine
                              (1930), J. Dumarçay (1986), dan Marijke J. Klokke   Pont (1930), J. Dumarçay (1986), and Marijke J.
                              (1983, 2001).                                     Klokke (1983, 2001).










        314
   338   339   340   341   342   343   344   345   346   347   348