Page 387 - Candi Indonesia (Jawa)
P. 387

Saptono, Nanang. 1998.  Laporan Penelitian Arkeologi:   Sudiman, 1976. Sepuluh Tahun Pemugaran Candi Sambisari
                         Arsitektur Candi Rajegwesi, Dusun Pananjung, Desa   (1966-1975). Yogyakarta: Suaka Peninggalan Pur-
                         Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kotip Banjar,       bakala dan Peninggalan Sejarah Jawa Tengah.
                         Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Bandung: Pusat
                         Penelitian Arkeologi Nasional – Balai Arkeologi   Sulaeman, Satyawati. 1981. Batur Pendopo Panataran.
                         Bandung.                                            Jakarta: Proyek Penelitian Purbakala.


                    Sardjito, Rita. 1982. Candi Banyunibo. Skripsi. Depok:   --------------------------. 1981. Monumen-Monumen Indonesia
                         Fakultas Sastra Universitas Indonesia.              Purba. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.



                    Setyastuti, Ari dan Indung Panca Putra (Ed.). 2011. Harmoni   Sumarno, Aris, dkk. 2010. Laporan Penetapan Cagar Budaya
                         Pembangunan dan Pelestarian Candi Kimpulan.         Kabupaten Tulung Agung Tahap I (tidak diterbitkan).
                         Yogyakarta: Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala   Trowulan: Balai Penyelamatan Cagar Budaya.
                         Yogyakarta.
                                                                       Swellengrebel, J.L. 1936. Korawasrama: Een Oud-Ja-
                                                                             vaansch Prozagedicht. Disertasi. Santpoort: N.V.
                    Siagian, Renville. 1998. Candi sebagai Warisan Seni dan   Uitgeverij vh CA Mees.
                         Budaya Indonesia. Yogyakarta: Yayasan Cempaka
                         Kencana.                                      Ungaling Dian, Intan. 1998. Tinjauan Gaya Arsitektur dan
                                                                             Latar Belakang Keagamaan Candi Sanggrahan,
                    Soekmono, R. 1973. Sejarah Kebudayaan Indonesia 2. Yog-  Tulung Agung, Jawa Timur. Skripsi: Fakultas Sastra
                         yakarta: Kanisius.                                  Universitas Indonesia.

                    ----------------- dan Bernet Kempers. 1974. Mendut, Pawon   Verbeek, R.D.M. 1891. “Oudheden van Java”, dalam
                         dan Barabudur. Jakarta: Djambatan.                  Verhandelingen van het Bataviaasch Genootschap
                                                                             van Kunsten en Wetenschappen, XLVI. ’s Graven-
                    -----------------. 1976. Candi Borobudur. Amsterdam: The   hage-Batavia: Nijhoff Landsdrukkerij.
                         Unesco Press.
                                                                       Vogler, E.B. 1949. De monsterkop uit het Omlijstingsor-
                    -----------------. 1977. Candi: Fungsi dan Pengertiannya.   nament van Tempeldoorgangen en- nissen in de
                         Semarang: IKIP Semarang Press.                      Hindoe-Javaanse bouwkunst. Leiden : E.J.Brill.


                    Stein Callenfels, P.V. 1925. “De Sudamala in de Hindoe   Wahyudi, Deny Yudo. 2005. Rekonstruksi Keagamaan Candi
                         Javaansche Kunst”, dalam Verhandelingen van het     Panataran pada Masa Majapahit. Tesis. Depok:
                         Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Weten-       Program Pascasarjana Arkeologi, Fakultas Ilmu Pen-
                         schappen, LXVI. Batavia: M. Nijhoff, Albrecht & Co.   getahuan Budaya, Universitas Indonesia.
                         1--181.
                                                                       Wirjosuparto, Soetjipto. 1957. Sedjarah Bangunan Kuna
                    Stutterheim,W.F. 1956. “Borobudur, Name-Form and Mean-   Dieng. Jakarta-Jogyakarta: Penerbit Kalimosodo.
                         ing”, dalam Studies in Indonesian Archaeology. The
                         Hague-Martinus Nijhoff (Koninklijk Instituut voor
                         Taal Land- en Volkenkunde, translation series 5).












        358
   382   383   384   385   386   387   388   389   390   391   392