Page 405 - Candi Indonesia (Jawa)
P. 405

Vihara                 :  Bangunan profan tempat pendeta
                      Voluut                 :  Ikal lengkung (lemah) pada pipi tangga sebuah candi
                      Votiv tablet           :  Berbentuk bulat pipih berisi huruf-huruf atau mantra, dan/atau relief tokoh-tokoh Buddha
                      Wairocana              :  Penguasa titik pusat  PXGUƗnya dharmacakra, yaitu sikap tangan memutar roda dharma
                      Waisnawa               :  Agama Hindu dengan Wisnu sebagai dewa tertinggi
                      Wangsa Sañjaya         :  :DQJVD 6DxMD\D EHUDJDPD +LQGX ĝLZD  'DHUDK NHNXDVDDQQ\D PHOLSXWL EDJLDQ XWDUD -DZD 7HQJDK
                                                Pada pertengahan abad ke-9 Wangsa Sañjaya dan ĝDLOHQGUD bersatu dengan adanya perkawinan
                                                Rakai Pikatan (Wangsa Sañjaya) dengan Pramodhawardhani (:DQJVD ĝDLOHQGUD). Wangsa ini
                                                berkuasa sejak pertengahan abad ke-9 hingga awal abad ke-10.
                      :DVWXSXUXVDPD৆ঌDOD     :  Diagram kotak untuk tempat berdiri bangunan suci, profan dan tempat-tempat lainnya seperti desa,
                                                kota, arca dsb
                      Widhi-widhana          :  Tata upacara pada upacara persajian
                      Wisnu                  :  Merupakan salah satu dewa Trimurti yang bertugas sebagai pemelihara (sthiti). Saktinya adalah ĝUƯ
                                                atau Laksmi (Dewi Bahagia). Kendaraannya adalah Garuda. Bertangan empat masing-masing me-
                                                megang gada, cakra (cakram), sangkha (kerang bersayap), dan buah atau kuncup teratai.
                      Wisnuwardhana          :  3DGD WDKXQ      5DQJJD :XQL PHQDLNL WDNKWD NHUDMDDQ 6LQJKDVƗUL GHQJDQ QDPD 6UƯ -D\D :LVQX-
                                                ZDUGKDQD  ,D PHUXSDNDQ 5DMD 6LQJKDVƗUL SHUWDPD \DQJ QDPDQ\D GLNHNDONDQ GDODP SUDVDVWL  :LV-
                                                nuwardhana meninggal pada tahun 1268 di Mandaragiri dan dicandikan di Waleri perwujudannya
                                                VHEDJDL ĝLZD GDQ GL -DMDJKX  &DQGL -DJR  VHEDJDL %XGGKD Amoghapasha.
                      Witaraga               :  Terlepas dari nafsu duniawi
                      Yama                   :  Dewa maut dengan dengan laksana berupa SDĞD (urat leher)
                      Yogacara               :  Salah satu aliran dalam Buddhisme yang disebut pula dengan Vijnanavadha. Aliran ini berkembang
                                                mulai pada abad ke-3 M dan didirikan oleh Maitrayanatha. Tokoh yang terkenal yaitu Asanga dan
                                                Vasubandhu. Pokok ajaran yaitu yang sebenarnya itu tidak ada, yang ada hanya vijnana (kesadaran).
                                                Kebenaran hanyalah bodhi yang hanya bisa dicapai oleh seorang yogacarin (seorang yang mel-
                                                akukan yoga). Pada aliran Buddha ini dilakukan pengembangan teori tentang dharma, bhoga, dan
                                                manusikaya dari Buddha.
                      Yoni                   :  Alas tumpuan melambangkan alat seksual perempuan, untuk menempatkan lingga, berbentuk alat
                                                kelamin laki-laki
                      Zaadhuis motief        :  Motif cangkang
                      Zaman Prasejarah       :  Sejak dari permulaan adanya manusia dan kebudayaan sampai kira-kira abad ke-5 Masehi
































        376
   400   401   402   403   404   405   406   407   408   409   410