Page 404 - Candi Indonesia (Jawa)
P. 404
7DWKƗJDWD : 7DWKƗJDWD VHEXWDQ ODLQ XQWXN 'K\DQL %XGGKD 'DODP DJDPD %XGGKD 0DKƗ\DQD dikenal
3DxFDWDWKƗJDWD dimana di setiap titik mata angin terdapat Amoghasiddhi (utara), Aksobhya (timur),
Ratnasambhava (selatan), Vairocana (pusat), dan Amitabha (barat).
Tattwa : Hakekat
Tattwopadesa : Aturan tentang agama
7ƝNƝV : Tutup kepala khas Jawa yang berbentuk rata, kerap kali digunakan oleh Panji dan pahlawan di Jawa
lainnya
Tembikar : Segala jenis barang yang terbuat dari bahan tanah liat baik lempung atau kaolin yang dibakar
Terakota : Benda yang terbuat dari tanah liat dan dibakar serta dapat berglasir atau tidak. Pembakaran dengan
o
temperatur kurang dari 1000 C biasanya ± 600 C-800 C. Istilah ini biasa digunakan untuk benda-
o
o
benda seni misalnya arca dan relief serta benda-benda berwarna bakar cokelat kemerahan atau
cokelat oranye.
Teras : Landasan yang lebih tinggi daripada tanah sekelilingnya untuk landasan candi (tempat berjalan-jalan
atau tempat duduk-duduk)
Tirtamerta : Air penghidupan
Triratna : Ajaran agama Buddha terangkum dalam triratna (tiga batu permata) terdiri dari Buddha (tokoh se-
jarah yang mendirikan agama Buddha), Dharmma (ajaran agama Buddha), dan Sangha (masyarakat
pemeluk agama Buddha)
Trnawindhu : Pendeta (܀܈L) salah satu arca di relung Candi Singosari
Tubuh candi : Bagian-bagian candi, yaitu kaki, tubuh atap
Tumulus : Gundukan tanah seperti bukit
Turap : Struktur bata yang digunakan untuk memperkuat seluruh tepi pelataran candi
Umpak : Alas tiang atau tempat bertumpunya tiang bangunan
Undakan : Tangga atau tempat yang bertingkat-tingkat (seperti yang ada di muka pintu)
Unur : Sebutan yang digunakan oleh penduduk di sekitar Kompleks Candi Batujaya untuk menyebut gundu-
kan tanah seperti bukit (tumulus)
Upacara diksa : Upacara membersihkan diri dari dosa agar mencapai moksa
Upacara ĝUDGGKD : Upacara di mana roh dari mayat seorang raja yang telah meninggal, dibakar, dan abunya dibuang
atau dihanyutkan ke laut kemudian rohnya dilepaskan sama sekali dari segala ikatan keduniawian
yang mungkin masih ada. Setelah itu, diharapkan penghalang terakhir lenyap sehingga dapat bersatu
kembali roh tersebut dengan dewa penitisnya. Sebagai lambang jasmaniah dibuat sebuah boneka
dari daun-daunan yang disebut SXVSDoDUƯUD. Penutupan upacara ini ditandai dengan menghanyutkan
SXVSDoDUƯUD.
Uttara : Pelipit penyangga
Vahana : Kendaraan seorang dewa baik Jaina, Hindu, dan Buddha
9DMUDGKDWX 0DঌDOD : Bentuk PD۬ڲDOD Buddha merupaka ajaran Sheujon Buddha “dunia ideal”, bersama-sama dengan
dunia nyata (JDUEKDGKƗED PDQGDOD)
Vandalisme : Perbuatan merusak dan menghancurkan budaya dan peninggalan-peninggalan budaya
Varamudra : Sikap tangan memberi anugerah
Vasanta : Musim semi
9ƗVWXĞƗVWUD : Kitab sastra India Kuno yang khusus berisikan segala sesuatu tentang bangunan
Vesman : Nama bangunan suci di India menurut 9ƗVWXĞƗVWUD
375

