Page 53 - LAPORAN SKRIPSI - YANA TRISNAWATI 11160930000028
P. 53

mengikat diri (individu atau kelompok) orang dengan Tuhannya (Subandi, 2013).

                        Menurut Mayasari (2014) religiusitas merupakan bentuk hubungan interpersonal


                        yang  terjalin  dengan  penciptanya  melalui  doktrin-doktrin  agama  yang  telah

                        terinternalisasi  dalam  diri  seseorang  dan  tercermin  dalam  sikap  dan  perilaku

                        kesehariannya.  Dalam buku Psychology of Religion Knowing oleh Fraser & Mark


                        (2007) Dia menegaskan bahwa agama adalah pengalaman dari pengetahuan dan

                        ibadah, yang membawa manusia lebih dekat dengan penciptanya.


                               Keyakinan  agama  tertanam  dalam  semua  aspek  kehidupan  manusia.

                        Aktivitas  keagamaan  tidak  hanya  terjadi  ketika  seseorang  melakukan  tindakan


                        ritual  (ibadah),  tetapi  juga  terjadi  ketika  aktivitas  lain  didorong  oleh  kekuatan

                        tertinggi (internal). Hal ini tidak hanya berkaitan dengan hal-hal yang terlihat atau


                        terlihat dengan mata telanjang, tetapi juga berkaitan dengan kegiatan yang tidak

                        terlihat  dan  yang  terjadi  di  dalam  hati  manusia  (Zuhirsyan,  2018).  Religiusitas


                        dalam  perspektif  Islam  disebut  sebagai  taqwa,  yang  berarti  mempercayai  akan

                        adanya Allah dan mematuhi ajaran agamanya, atau juga merupakan suatu keadaan

                        yang ada dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk bertingkah laku sesuai


                        dengan tingkat ketaatannya kepada agama (Hamzah et al., 2007).

                               Religiusitas  melihat  sejauh  mana  tingkat  komitmen  dari  masing-masing


                        individu (umat muslim) terhadap agama Islam dan ajarannya dalam menunjukkan

                        belief, attitudes, dan practices. Ajaran tersebut tentunya sesuai dengan syariat Islam


                        yang tertulis pada kitab suci umat muslim yaitu Al-Qur’an. Serta perilaku-perilaku

                        positif yang dilakukan maupun diajarkan oleh Rosul atau Nabi Muhammad SAW


                        (Olufadi, 2017). Adapun dimensi atau variabel baru oleh Yonusa Olufadi (2017)








                                                              33
   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58