Page 42 - fikih kls 9
P. 42

C. RIBA


                 1.  Pengertian Riba


                    Riba menurut Bahasa artinya lebih atau bertambah. Adapun Riba menurut Syara’ adalah tambahan
                    pembayaran tanpa ada ganti atau imbalan yang disyaratkan bagi salah seorang dari dua orang
                    yang mengadakan transaksi.

                    Contoh  transaksi riba:

                    Anik membutuhkan modal Rp 1.000.000 (Satu Juta Rupiah) untuk berjualan roti. Anik meminjam
                    uang sebagai modal berjualan roti kepada Yesi. Yesi bersedia memberikan pinjaman kepada Anik
                    Rp 1.000.000 (satu juta rupiah), asalkan si Anik nantinya mengembalikan pinjamannya sejumlah
                    Rp 1.500.000 (Satu Juta Lima Ratus Ribu Rupiah). Yesi tidak mau tahu apakah usaha itu nantinya
                    untung atau rugi.


                    Praktik transaksi yang dilakukan Anik dan Yesi adalah riba, sebab (1) memberatkan Anik, karena
                    harus mengembalikan pinjaman Rp. 1.500.000 (tambah 50%). (2) tambahan sebesar Rp 500.000,-
                    itu atas kemauan sebelah pihak, yaitu Yesi selaku pemberi pinjaman.

                    Contoh transaksi yang tidak mengandung riba:


                    Ahmad merintis peternakan ayam petelur. Modal yang dibutuhkan Ahmad Rp 2.500.000 (Dua
                    Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).  Selanjutnya Ahmad meminjam BPR Syari’ah Meru. Dalam akad
                    perjanjian disepakati nisbah bagi hasil dari keuntungan  80 : 20 (80 % untuk pengelola dan 20 %
                    untuk pemilik modal).

                    Setelah usaha berjalan, Ahmad mendapat keuntungan bersih sebesar Rp 200.000/bulan. Jadi
                    dalam setahun Ahmad mendapat keuntungan Rp. 200.000 x 12 bulan = Rp 2.400.000,-.

                    Berdasar kesepakan nisbah bagi hasil = 80 : 20 maka didapatkan hasil sebagai berikut :



                     ·  Pengelola (Ahmad ) memperoleh               : 80 % x Rp. 2.400.000 =      Rp. 1.920.000

                     ·  Pemilik modal (BPRS Meru) memperoleh        : 20 % x Rp. 2.400.000 =       Rp.   480.000

                                                                         Jumlah              =    Rp. 2.400.000



                    Dari hasil  perhitungan  di atas  maka Ahmad harus mengembalikan  Rp 2.980.000 terdiri  dari
                    pinjaman pokok Rp 2.500.000 dan nisbah bagi hasil untuk BPRS Meru Rp. 480.000.

                    Dari cerita singkat di atas dapat diambil kesimpulan :





                  36     Buku Siswa Madrasah Tsanawiyah






       fikih siswa kls 9__revisi.indd   36                                                                        6/16/16   5:31 PM
   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47