Page 77 - fikih kls 9
P. 77

A. Pengurusan Jenazah


                 1.  Memandikan Jenazah


                    Mengurus jenazah orang Islam, merupakan fardu kifayah, yaitu apabila sudah dikerjakan oleh
                    sebagian dari orang Islam yang lain, maka yang lainnya tidak berdosa, akan tetapi apabila tidak
                    seorang pun yang mengerjakan kewajiban tersebut, maka semua orang Islam dalam satu kampung
                    atau kawasan tersebut akan berdosa.

                    Memandikan jenazah adalah membersihkan dan mensucikan tubuh mayat dari segala kotoran dan
                    najis yang melekat dibadanya. Jika jenazah itu laki-laki, maka yang memandikannya harus orang
                    laki-laki,  kecuali  istri dan mahramnya.  Demikian  juga jika jenazah  itu wanita, maka yang
                    memandikannya  harus wanita,  kecuali  suami  dan  mahramnya.  Jika  suami  dan  mahramnya
                    semuanya ada, maka suami lebih berhak memandikan istrinya, demikian juga istri dan mahramnya
                    semuanya ada, maka istri lebih berhak memandikan suaminya.

                    Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa jenazah yang akan dimandikan harus memenuhi
                    syarat-syarat sebagai berikut.

                    1.  Jenazah itu orang muslim atau muslimah.

                    2.  Badannya, anggota badannya masih ada sekalipun hanya sedikit atau sebagian saja.

                    3.  Keadaan jasadnya masih utuh (belum rusak karena kematiannya sudah terlalu lama)

                    4.  Jenazah itu bukan mati syahid (mati dalam peperangan membela Islam). Karena orang yang
                       mati syahid seperti ini tidak boleh dimandikan. Hal sesuai dengan sabda Nabi Saw.:

                                                       ةمايقلا موي كاسم حوفي مد كوأ حرج ك نإف هولسغت ل

                       “Janganlah engkau memandikan mereka, karena setiap luka atau setiap darah (yang menetes)
                       akan berbau wangi kelak di hari kiamat” (HR Imam Ahmad)


                       Di samping itu, selain tidak boleh dimandikan, orang mati syahid juga tidak boleh disalatkan.
                       Jenazahnya langsung dikafani  dan dikubur.
















                                                 memandikan jenazah
                                            Sumber: tutskey.blogspot.com



                                                                                                            71
                                                                                          Fikih - Kelas IX





       fikih siswa kls 9__revisi.indd   71                                                                        6/16/16   5:31 PM
   72   73   74   75   76   77   78   79   80   81   82