Page 119 - Atlas Sejarah Indonesia Berita Proklamasi Kemerdekaan
P. 119

Frans Kaisiepo
                                     Frans Kaisiepo lahir pada tanggal 10 Oktober 1921 di Wardo, Biak .
                                 Ia menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat pada tahun 1928-1931,
                                         melanjutkan pendidikan di Leidse Vereniging Voor Studenten
                                             (LVVS)  Korido  pada  tahun  1931-1934 .  Kemudian  ia
                                                pindah ke Manokwari dan melajutkan sekolahnya di
                                                  Sekolah Guru Normalis pada tahun 1934 . Tahun
                                                   1945 Frans Kaisiepo berkenalan dengan Soegoro
                                                    Atmoprasodjo ketika mengikuti Kursus Kilat
                                                     Pamong Praja di Kota Nica Holandia (Kampung
                                                      Harapan Jayapura) . Dari perkenalannya itu
                                                      ia  dan  kawan-kawannya  mulai  tumbuh
                                                      rasa kebangsaan Indonesia, dan sering
                                                      mengadakan rapat gelap dengan Soegoro
                                                      membahas penyatuan Nederlands Nieuw
                                                      Guinea ke dalam Negara Kesatuan Republik
                                                     Indonesia .
                                                         Pada tanggal 14 Agustus 1945 di
                                                   Kampung Harapan Jayapura dikumandangkan
                                                 lagu Indonesia Raya oleh Frans Kaisiepo, Marcus
                                               Kaisiepo, Nicolas Youwe dan  kawan-kawan  dan
                                            membentuk dewan perwakilan dari berbagai suku . Dewan
                                       perwakilan  ini  dimaksudkan  untuk  mempermudah  kontak  di
                                 bawah pimpinan Sugoro .Pada tanggal 31 Agustus 1945 di Bosnik, Biak
                                 Timur juga dilangsungkan upacara pengibaran Bendera Merah Putih
                                 diiringi dengan lagu kebangsaaan Indonesia Raya yang dihadiri oleh para
                                 Tokoh Komite Nasional Indonesia Merdeka .







            Maski kasiang-kasiang katoeng oeroes sendiri!  jang akan kita kerdjakan wadjib kita fikir dahoeloe
            Angkatan Pemoeda Indonesia-Ambon”                 soepaya djangan membawa kita kearah djoerang
                                                              kesengsaraan.
            Perjuangan Kalangan Wanita Maluku dalam
            menyambut kemerdekaan Indoensia                   Tjoerahkanlah segala tenaga dan sikap tenteram dan
            Perjuangan kemerdekaan rakyat Maluku tidak hanya   tenang, siap sedia bekerdja menoeroet perintah dan
            dilakukan oleh kalangan Laki-laki, namun juga     penasehat dari pemipin-peminpin kita, sebagaimana
            dilakukan di kalangan wanita . Hal ini terlihat ketika   nasehat dari P.J.M. Presiden Republik Idonesia.
            mereka melakukan  rapat keluarga wanita Ambon
            di Yogyakarta, Ny . Syaranamual berpidato yang    Djaoekanlah segala fikiran salah faham, salah
            mengajak wanita Ambon untuk bersama berjuang      sangkah, soepaja segala beban jang mendjadi pikoelan
            mempertahankan kemerdekaan Indonesia bersama      dan tanggoengan pemimpin kita moedah dan dapat
            masyarakat Indonesia lainnya .                    lekas dikerdjakan.

            Pidato Ny. Syaranamual                            Teman-temankoe sekalian.

            “Merdeka”                                         Sekali lagi kita seroekan. Bersatoe padoelah kita
            Hadirin jang terhormat, Marilah kita segenap wanita   berdjoeang menetapkan Kemerdekaan Indonesia.
            golongan Ambon jangan ketinggalan bersatoe padoe,
            seia sekata, saling mengarti sama lain, diikoet dengan   Selang 31/2 tahoen kita selaloe menderita doeka dan
            perboeatan- perboeatan jang njata, mentjoerahkan   soesah, kehilangan anak dan soeami, karena tipoe
            fikiran dan tenaga, berdjoeang menegakkan         moeslihat Djepang jang amat litjin. Tetapi sekarang
            kemerdekaan  jang kita  idam-idamkan  bersama     soesanah soesana kebahagiaan telah melipoeti kita
            ialah Negara Repoeblik Indonesia. Segala tindakan   ialah Indonesia Merdeka.

            ATLAS SEJARAH INDONESIA - BERITA PROKLAMASI KEMERDEKAAN                                      117
   114   115   116   117   118   119   120   121   122   123   124