Page 243 - Perempuan Dalam Gerakan Kebangsaan
P. 243
Dra. Triana Wulandari, M.SI., dkk. (eds.)
b) Menyelidiki kemungkinan pembentukan kursus/sekolah vak
untuk perempuan dan memberi penerangan tentang hal ini.
c) Menganjurkan kepada organisasi, agar mengadakan kursus--
kursus yang memberi penerangan tentang kesusilaan dan keagamaan.
d) Menyelenggarakan Panti Pengetahuan Wanita.
4) Sosial/Ekonomi:
a) Mengadakan pekan kesehatan sepekan sebelum 17 Agustus
tiap tahun.
b) Menyelidiki gaji/upah pegawai/pekerja perempuan pada
Peme-rintah maupun Swasta.
c) Mengadakan penitipan anak-anak.
d) Mengadakan biro konsultasi di daerah-daerah untuk hal-hal
perburuhan, kesehatan, pendidikan dan peraturan perkawinan.
e) Menganjurkan kepada daerah-daerah untuk mengadakan
darma-wisata atau pertemuan-pertemuan pada hari-hari raya untuk
memupuk persaudaraan.
f) Menyelidiki kemungkinan diadakannya Undang-Undang
Pensiun dan Tunjangan bagi pekerja/pegawai Pemerintah/Swasta.
Mengadakan pusat latihan kerja (Work Centrale) untuk mengurangi
pengangguran.
f. Mengadakan usaha bersama dengan bentuk yayasan, yaitu:
Yaya-san Kesejahteraan Anak-Anak, Yayasan Kemajuan Wanita “Seri
Derma”. Kedua yayasan tersebut didirikan atas inisiatif perorangan,
kemudian diakui sebagai yayasan dari Kongres Wanita Indonesia,
sedangkan Yayasan Hari Ibu benar-benar didirikan oleh Kongres
Wanita Indonesia menjelang seperempat abad Pergerakan Wanita
Indonesia, dengan modal iuran/sokongan setiap organisasi yang
tergabung dalam Kongres Wanita Indonesia.
211
211

