Page 29 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 29
SEJARAH BENCANA GEMPA DI SUMATERA 29
Segmentasi sesar danau secara berlawanan arah, ke tenggara
Jalur Sesar Sumatra terbagi menjadi banyak dan ke baratdaya sehingga lokasi tersebut
segmen, tidak menerus sepanjang 1900 menjadi terbuka atau turun permukaan
km. Berdasarkan pemetaan detil yang tanahnya setiap kali terjadi gempabumi.
dilakukan oleh Sieh and Natawidjaja [2000] Proses ini dikenal sebagai “pull-apart basin”.
Sesar Sumatra terbagi menjadi 20 segmen Oleh karena itu, dari kacamata geologi,
utama yang panjang masing-masing antara keberadaan lembah-lembah depresi dan
35 sampai dengan 200 km (Gambar 9 ). danau-danau disepanjang Sesar Sumatra
Masing-masing segmen tersebut kemudian menjadi saksi bisu dari kejadian gempa
diberi nama sesuai dengan nama sungai yang berulangkali secara terus menerus
atau teluk yang dilalui oleh segmen sesar dalam waktu yang sangat lama.
tersebut untuk memudahkan mengingat
lokasi geografisnya. Pengetahuan tentang Laju gerak sesar
segmentasi sesar sangat penting dalam Selain potensi besar kekuatan gempabumi
mitigasi bencana karena kekuatan gempa yang dapat diperkirakan dari panjang
terkuat atau Mmax yang dapat dihasilkan segmen sesarnya, parameter utama lain
setiap segmen sesar dapat diperkirakan adalah besarnya laju gerak atau “sliprate”
dari berapa besar panjang segmen sesar dari sesar. Laju gerak menentukan seberapa
nya (Harris et al., 1991; Harris and Day, sering gempa terjadi. Sebuah segmen
1993; Natawidjaja and Triyoso, 2007b). sesar sepanjang 50 km harus bergerak
Apabila panjang segmen hanya 30 km maka sekitar 100 centimeter untuk menghasilkan
Mmax gempa hanya sekitar M6.8; apabila gempa berkekuatan M7.0. Maka apabila laju
panjangnya 60 km maka Mmax-nya sekitar gerak sesar diketahui sebesar 1centimeter
M7.2; apabila panjangnya 120km maka pertahun artinya segmen sesar tersebut
Mmax-nya mencapai M7.6, dan apabila berpotensi untuk menghasilkan gempa
panjangnya mencapai 200 km maka Mmax- berkekuatan M7.0 setiap 100 tahun sekali.
nya bisa M7.8. Catatan sejarah menunjukkan Namun apabila laju geraknya hanya 0.5
segmentasi Sesar Sumatra ini membatasi centimeter pertahun, maka sesar tersebut
besar kekuatan gempa merusak antara M6.5 butuh waktu sekitar 200 tahun dalam
sampai dengan M7.7 sesuai dengan panjang mengakumulasi energi regangan untuk
segmennya(Natawidjaja and Triyoso, 2007b). menghasilkan gempa M7.0. Jadi, makin
cepat laju geraknya akan semakin sering
Pemisahan segmen sesar ini di Sesar Sumatra gempanya.
umumnya ditandai oleh lembah-lembah
depresi seperti Lembah Alas, Lembah Laju gerak umumnya diukur dengan dua
Sumpur dan Lembah Suoh, atau berupa cara. Pertama, dengan metoda geologi,
danau-danau, seperti Danau Singkarak, yaitu dengan cara mengukur besar
Danau Dibawah, dan Danau Kerinci. Lembah pergeseran lembah sungai yang dapat
depresi atau danau ini terbentuk diantara diketahui umurnya, sehingga besr laju
segmen sesar karena pergerakan sesar gerak adalah besar pergeseran atau
yang menarik dua sisi dari lembah atau “offset” sungai dibagi dengan umur sungai

