Page 36 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 36

36                   KEARIFAN LOKAL DALAM MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI DI SUMATERA


              menyebabkan   sebagian  rumah-rumah   tidak dipahami lagi di kalangan masyarakat
              yang lebih dekat ke pantai setelah gempa   luas. sebagian mungkin menyangka Ieu
              menjadi terendam air laut sehingga    beuna merujuk ke banjir bandang padahal
              tidak lagi bisa dihuni (Gambar 21). Ketika   ini adalah memori yang tersisa dari peristiwa
              gempabumi 2005 tidak terjadi gelombang   bencana tsunami sebelum tahun 2004.
              tsunami besar karena yang mengalami   Jawabannya ada terekam di alam, pada
              pengangkatan hanya Pulau Nias dan     fossil koral mikroatoll yang terangkat dan
              wilayah perairan yang dangkal di sekitarnya   mati ketika kejadian bencana gempa-
              sehingga volume air yang terangkat tidak   tsunmami tersebut dan pada lapisan
              besar.  Namun  goncangan  gempa  yang   endapan tsunami purba yang berada di
              sangat keras karena sumbernya persis   wilayah pantai Banda Aceh (Monecke, 2008;
              berada  di  bawah  pulau  menyebabkan   Sieh, 2014). Penelitian paleoseismologi dan
              banyak rumah-rumah dan bangunan lain   paleotsunami menguakmisteri bahwa benar
              yang ambruk (Gambar 23).              pernah terjadi bencana tsunami hampir 600
                 Pada masa sebelum gempa, pergerakan   tahun lalu, yaitu sekitar 1450-an Masehi.
              bumi yang terjadi adalah sebaliknya. Pulau-  Pada  kejadian  gempa  tsunami  waktu  itu
              pulau di wilayah barat Sumatra seperti   bagian utara Pulau Simelue terangkat
              terputar berlawanan arah jarum jam dengan   sampai  3  meter,  dua  kali  lebih  besar  dari
              sumbu di sekitar pantai timur gugusan   yang terjadi tahun 2004 (Meltzner, 2010).
              pulau-pulau. Hal ini menyebabkan bagian   Sebelumnya, sekitar 950-an Masehi juga
              barat pulau yang ketika gempa terangkat   pernah terjadi bencana yang sama (Gambar
              sebelumnya mengalami penurunan secara   20). Sejarah geologi ini memperlihatkan
              perlahan-lahan dengan kecepatan sampai   bahwa bencana tsunami di  Aceh, seperti
              1-2  centimeter  pertahunnya  selama  halnya di berbagai tempat lainnya, adalah
              berpuluh-puluh sampai beratus-ratus tahun   sebuah siklus proses alam yang berulang
              (Natawidjaja et al., 2007a; Natawidjaja et   dengan perioda tertentu. Untuk wilayah
              al., 2004). Di pantai barat Nias ada deretan   Aceh, gempa-tsunami dengan kekuatan
              pohon kelapa yang sudah terendam air   M9 berulang sekitar 500 sampai 600 tahun
              sehingga mati (Gambar 22A). Ketika gempa   sekal pada segmen megathrust yang sama
              lokasi  ini  terangkat  lebih  dari  2  meter   (Natawidjaja, 2012; Natawidjaja, 2015).
              sehingga sekarang deretan pohon kelapa      Dari potongan-potongan cerita, terlihat
              ini kembali berada di daratan (Gambar 22B).   bahwa sejarah kerajaan di Aceh sudah mulai
              Deretan pohon kelapa tersebut menjadi   sejak sekitar 700 Masehi, yaitu berdasarkan
              saksi bisu tentang proses siklus gempabumi   reruntuhan Candi Indrapuri yang konon
              yang terjadi.                         didiikan antara tahun 600 sampai 700
                                                    Masehi dan cerita-cerita tentang Kerajaan
              Kaitan proses alam dan sejarah manusia  Jeumpa, Perlak, dan Lamuri sebelum
              Sebenarnya memori tentang bencana     munculnya Kerajaan Samudra Pasai pada
              tsunami tidak hanya smong di Pulau Simelue,   sekitar 1250 Masehi (Gambar 24). Candi
              di wilayah Banda aceh pun ada  Ieu Beuna   Indrapuri sekarang seperti tersembunyi
              yang artinya banjir besar, hanya istilah ini   menjadi seperti benteng di bawah Mesjid
   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41