Page 50 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 50
50 KEARIFAN LOKAL DALAM MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI DI SUMATERA
GEMPABUMI DI WILAYAH 100m; jadi tinggi tsunami bisa mencapai 30
SUMATERA BARAT meteran. laporan juga menyebutkan bahwa
Dengan belajar dari pengalaman di wilayah bukit itulah yang memecah gelombang
Aceh, mengetahui dan memahami apa yang tsunami. Ada 3 sampai 4 kali gelombang
sudah terjadi di masa lampau adalah sangat besar tsunami yang datang. Dilaporkan juga
penting untuk memahami apa yang terjadi bahwa dasar Sungai Muaro sempat terlihat
pada masa sekarang dan yang akan datang. kering dan meninggalkan banyak ikan-
Informasi tercatat dalam naskah tua memuat ikan mati. Semua perahu di sungai menjadi
peristiwa gempa dan tsunami 10 Februari berada di atas tanah kering. Dibeberapa
1797 pukul 22 dan 24 November 1833 lokasi pantai air laut naik setinggi 50 kaki
pukul 20 di wilayah Mentawai. Dua gempa atau sekitar 15 meter.
ini kemungkinan banyak menghancurkan Yang cukup spektakuler dilaporkan ada
wilayah Sumatra Barat dan Bengkulu. Namun kapal besi dari Inggris seberat 150-200 ton
catatan kejadian sangat terbatas. Catatan yang ditambatkan ke sebuah pohon di dekat
tentang bencana gempa-tsunami tahun 1797 muara sungai terbawa tsunami sampai 1.1
dan 1833 ini dilaporkan oleh Arthur Wickmann km ke arah hulu, kemudian terdampar di
(1918) dan du Puy (1845), kemudian daerah Pasarburung. Kapal ini merusakkan
dirangkum kembali oleh Natawidjaja dkk beberapa rumah saat terhanyut. Dari fakta
(2006). bahwa tsunami bisa membawa kapal besi ini
Gempa-tsunami tahun 1797 artinya tinggi tsunami (flow depth) minimal
Laporan gempa dan tsunami tahun 1797 lima meteran, mengingat tinggi pinggiran
terfokus pada dampaknya di Kota Padang sungai sekitar 2 m dan draft bawah kapal
dari wilayah muara sungai sampai pelabuhan sekitar tiga meteran. Jadi dari beberapa
(Muaropadang). Lama guncangan yang terasa laporan dapat dapat disimpulkan bahwa
di Padang sekitar satu menit. Banyak rumah tinggi tsunami minimal 5 meter dan maksimal
yang ambruk ketika gempa. Terjadi banyak 30 meter (Natawidjaja et al., 2006).
rekahan di tanah dengan bukaan sampai 10 Namun, walaupun kerusakan akibat
cm. Laporan du Puy [1845] mengindikasikan gempa dan tsunami di Kota Padang diuraikan
bahwa gempa ini adalah yang terkuat dalam cukup parah, menurut laporan du Puy yang
ingatan penduduk Padang waktu itu. Seluruh meninggal hanya dua orang. Laporan du
kota terendam tsunami, beberapa rumah Puy ini berbeda dengan yang tercatat dalam
dilaporkan hanyut terbawa gelombang. buku Memoir of the Life and Public Services
Semua rumah-rumah di tepi pantai dan of Sir Thomas Stamford Raffles, London
sungai tenggelam. Di Airmanis, beberapa 1830, p. 295 bahwa korban yang meninggal
orang berusaha memanjat pohon untuk mencapai 300 orang. Terlepas dari laporan
menghindari tsunami , namun keesokan mana yang benar, populasi Kota Padang
harinya ditemukan sudah mati di atas pohon. tahun 1797 memang masih sedikit, tidak
Disebutkan gelombang tsunami naik sampai lebih dari 10 ribu orang, dan infrastrukturnya
sepertiga bukit Appenberg, sekarang pun hanya menempati wilayah di sepanjang
disebut sebagai Gunung Padang (Gambar Sungai Muaro saja (Gambar 28), jadi
28). Bukit ini mempunyai ketinggian sekitar masuk akal kalau korbannya tidak banyak.

