Page 51 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 51
SEJARAH BENCANA GEMPA DI SUMATERA 51
Mungkin jumlah korban yang sedikit inilah gempa dahulu dari data penelitian koral
yang membuat bencana tsunami ini tidak mikroatol (Natawidjaja et al., 2006).
diangap peristiwa yang terlalu penting oleh Tsunami besar yang dibangkitkan oleh
masyarakat setempat; tidak seperti halnya gempa merusak banyak lokasi di wilayah
bencana smong di Simelue pada tahun 1907. Bengkulu, Pulau Cinco, Indrapura, Padang,
dan Pariaman. Tsunami yang terjadi di Padang
Gempa-tsunami tahun 1833 menghanyutkan banyak kapal bersama
Tahun 1833 terjadi lagi gempa besar yang jangkarnya dan sebagian kapal hilang terbawa
guncangannya terasa sampai 5 menit di arus. Di pantai, hempasan tsunami mencapai
Bengkulu dan sekitar 3 menit di Padang. ketinggian 3-4 m. Dermaga dan bangunan
Goncangan sangat kuat di wilayah sepanjang pelabuhan di Bengkulu tersapu ludes oleh
pantai dari Bengkulu sampai Pariaman tsunami, dan beberapa kapal terhempas
dan juga di kepulauan Pagai. Di Pariaman ke darat. Di Pariaman, dilaporkan tsunami
goncangan demikian kuat sehingga tidak didahului surutnya air laut. Gelombang
ada orang yang bisa berdiri. Kerusakan menghempaskan kapal-kapal dari tempat
besar terjadi di Padang dan Bengkulu, tapi tambatnya. Di Pulau Cinco, tsunami menyapu
yang lebih parah di Bengkulu. Dilaporkan beberapa rumah dan orang. Di Indrapura, di
seluruh struktur bangunan rusak berat, utara Kota Bengkulu, tsunami yang dahsyat
termasuk benteng dan menara hancur total. menerjang daratan membanjari daratan
Di Padang, rumah-rumah kayu tetap berdiri, rendah, dan satu kampung luluh-lantak.
tapi banyak rumah tembok rusak parah. Di Seorang ibu beserta anaknya terbawa
Sumatra bagian timur, kerusakan bangunan tsunami dan hilang, tapi banyak orang yang
dilaporkan sampai ke Kota Palembang. bisa menyelamatkan diri dengan memanjat
Guncangan juga dilaporkan terasa sampai ke pohon, menunggu sampai pagi. Namun
Singapura dan Jawa. Terjadi banyak rekahan disebutkan tidak ada korban meninggal di
tanah selebar 2 kaki di Pariaman, dan juga Bengkulu dan hanya satu orang di Padang.
banyak retakan-retkan tanah di sepanjang Pusat Kota Bengkulu memang termasuk
pantai antara Pariaman dan Padang, dan cukup aman terhadap tsunami karena
di pinggiran sungai di Padang. Lama lokasinya cukup tinggi dari muka laut. Kota
goncangan gempa dan luasnya cakupan Padang seperti halnya yang dilaporkan ketika
serta hebatnya kerusakan yang ditimbulkan, gempa-tsunami tahun 1797 korbannya sedikit
mengindikasikan bahwa sumber gempanya karena ketika itu perumahan yang berada di
sangat besar. Fakta bahwa kerusakan lebih sepanjang pantai masih sedikit dan pusat kota
parah terjadi di Bengkulu dari pada di Padang masih berada di wilayah bagian utara sungai,
mengindikasikan bahwa sumber gempanya sampai sekitar 1 km ke arah darat. Tsunami
lebih dekat ke Bengkulu, atau berasal dari juga dilaporkan sampai di Pulau Seychelles
segmen megathrust yang berada di bawah yang berada sekitar 5000 km dari pantai
Kepulauan Pagai, tidak sampai ke Siberut barat Sumatra ke arah lautan Hindia, tinggi
(pulau yang berhadapan dengan Padang). tsunaminya sekitar 1-2 meter, seperti tsunami
Petunjuk sejarah ini dikonfirmasi dengan yang terjadi di sana ketika gempa-tsunami di
penelitian paleoseismologi atau kejadian Aceh-Andaman tahun 2004.

