Page 94 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 94
94 SEJARAH BENCANA GEMPA BUMI DI SUMATERA
Solok, Kab. Tanah Datar, Kota Padang
Panjang, Kota Bukit Tinggi dan Kab. Pasaman.
Tentunya ancaman bencana gempabumi
yang bersumber dari sesar Sumatera ini
tidak dapat diabaikan begitu saja, sejarah
mencatat kejadian gempabumi tahun 2007
terjadi dalam kurun waktu 2 jam terjadi 2
kali gempabumi merusak dengan pusat
gempa di 0.55 LS , 100.47 BT (16 km barat
daya Batusangkar) dengan kekuatan 6.4 SR
dan di 0.47oLS , 100.49o BT (11 km barat
daya Batusangkar) dengan kekuatan 6.3 SR
yang telah menelan korban jiwa sebanyak
Gambar 2.27 Monumen
Korban Gempa Padang 67 orang dan 826 orang korban luka serta
terletak di Kota Padang 43.719 kerusakan bangunan di Bukittinggi,
Padang Panjang, Payakumbuh dan Solok
daerah-daerah lainnya, termasuk juga para
peneliti kegempaan mulai memetakan Provinsi Jambi
daerah-daerah mana saja yang perlu Letak geografis Provinsi Jambi berada pada
diwaspadai kemungkinan gempa dan 0o45’-2o45’ Lintang Selatan dan 101o10’-
tsunami bakal terjadi. Saat ini menjadi 104o55’ Bujur Timur di bagian tengah Pulau
perhatian baik oleh pemerintah pusat, Sumatera, sebelah Utara berbatasan dengan
pemerintah daerah dan juga para ahli Provinsi Riau, Sebelah Timur dengan Laut
kegempaan akan adanya potensi gempa Cina Selatan Provinsi Kepulauan Riau,
besar disertai tsunami adalah di Sumatera sebelah Selatan berbatasan dengan
Barat khususnya di Mentawai megathrust. Provinsi Sumatera Selatan dan sebelah
Ancaman gempabumi di Sumatera itu bukan Barat berbatasan dengan Provinsi Sumatera
hanya bersumber dari Mentawai megathrust Barat. Posisi Provinsi Jambi cukup strategis
saja, ada 3 (tiga) sumber ancaman karena langsung berhadapan dengan
gempabumi di Sumatera, yaitu ; Pertama di kawasan pertumbuhan ekonomi yaitu IMS-
daerah subduksi pertemuan antara lempeng GT (Indonesia, Malaysia, Singapura Growth
tektonik India-Australia dengan lempeng Triangle). Luas wilayah Provinsi Jambi sesuai
Eurasia (lokasi Megathrust Mentawai), kedua dengan Undang-undang Nomor 19 tahun
di Mentawai Fault System (MFS) , dan yang 1957, tentang Pembentukan Daerah-Daerah
ketiga di Sumatera Fault System (SFS) atau Swatantra Tingkat I Sumatera Barat, Jambi
lebih populer dengan istilah sesar Sumatera. dan Riau, yang kemudian ditetapkan menjadi
Sumber gempa dari sesar ini berada di darat Undang-Undang Nomor 61 tahun 1958
memanjang dari provinsi Lampung sampai (Lembaran Negara Tahun 1958 Nomor 112)
ke Banda Aceh sepanjang ±1900 km dan adalah seluas 53.435,72 km2 dengan luas
melewati beberapa kabupaten di Sumareta daratan 50.160,05 km2 dan luas perairan
Barat antara lain ; Kab. Solok Selatan, Kab. 3.274,95 Km2 yang terdiri atas :

