Page 93 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 93
SEJARAH BENCANA GEMPA DI SUMATERA 93
Gambar 2.26 Peta
Administratif Sumatera Barat
jalur gunung berapi. Hal ini terkait dengan (tujuh) Kota yaitu Kota Padang, Kota Solok,
kondisi fisik Pulau Sumatera sebagai Great Kota Sawahlunto, Kota Payakumbuh, Kota
Sumatra Fault di sepanjang pesisir barat Bukittinggi, Kota Padang Panjang dan
Sumatera dan Mentawai Fault di kepulauan Kota Pariaman. Kabupaten Pasaman Barat,
Mentawai yang saling mendesak sehingga Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten
terjadi gerakan di lempeng besar dan micro Dharmasraya merupakan kabupaten baru.
plate. Kondisi ini menjadi rentan terhadap Pada akhir tahun 2003 terjadi pemekaran 3
bencana alam seperti tanah longsor, letusan (tiga) kabupaten yaitu Kabupaten Pasaman,
gunung berapi, dan gempa bumi yang Kabupaten Solok dan Kabupaten Sawahlunto
berpotensi munculnya gelombang tinggi Sijunjung masing-masing dipecah menjadi
dan/atau tsunami. dua kabupaten baru yaitu Kabupaten
Wilayah administrasi Provinsi Sumatera Pasaman dan Pasaman Barat, Kabupaten
Barat terdiri dari 19 (sembilan belas) Solok dan Solok Selatan, serta Kabupaten
Kabupaten dan Kota yaitu Kabupaten Sawahlunto Sijunjung dengan Kabupaten
Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Dharmasraya.
Kabupa ten Pasaman, Kabupa ten
Pasaman Barat, Kabupaten Lima Puluh 2.3.2 Potensi Bencana Gempabumi
Kota, Kabupaten Sawahlunto-Sijunjung, Sejak Gempabumi besar disertai tsunami
Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok, yang melanda di provinsi Aceh tanggal
Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten 26 Desember 2004, masyarakat mulai
Tanah Datar, Kabupaten Pesisir Selatan dan memahami dan menyadari akan potensi
Kabupaten Kepulauan Mentawai, serta 7 gempa dan tsunami yang dapat terjadi di

