Page 97 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 97
SEJARAH BENCANA GEMPA DI SUMATERA 97
merasakan gempa-gempa dari wilayah Peristiwa seperti ini pada suatu saat dapat
terdekat seperti Sumatra Barat dan menimpa kawasan Provinsi Sumatera Barat.
Bengkulu. Jambi juga jauh dari Samudra Karena kawasan ini berada di atas bagian
Hindia yang merupakan zona subduksi lempeng yang dimaksud. yaitu pertemuan
curam yang seringkali menimbulkan Lempeng Australia di selatan, Lempeng
tsunami. Namun untuk gempabumi Euro-Asia di bagian barat dan Lempeng
vulkanik, masih sangat mungkin akan Samudra Pasifik di bagian timur.
terjadi, kita masih ingat pada semburan Tidak hanya bencana gempa, tsunami,
asap dan debu vulkanik dari gunung Kerinci angin ribut, banjir, kekeringan, semburan
pada April 2009 lalu. Guncangan gempa lumpur, tanah longsor yang akan menimpa
vulkanik bersumber dari Kerinci sebagai kawasan ini. Tetapi juga peristiwa lain seperti
salah satu pilar pegunungan Bukit Barisan letusan gunung berapi atau gempa bumi
aktif tidak bisa diremehkan. Lingkaran aktif yang setiap saat akan mengancam jiwa
gunung api Indonesia atau yang dikenal masyarakat. Oleh karena itu kesiapsiagaan
dengan cincin api sangat berpotensi semua pihak dalam mengantisipasi bencana
menimbulkan letusan dahsyat. alam sangat diperlukan. Terutama untuk
Indonesia terletak di wilayah pertemuan mengurangi dampak yang ditimbulkan.
tiga lempeng tektonik yang sangat besar, Gempa bumi merupakan gelombang
yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia dan yang dipancarkan dari suatu sumber
lempeng Pasific. Masing-masing lempeng elastik yang dilepaskan secara mendadak.
ini bergerak sesuai dengan arahnya masing- Energi elastik tersebut terakumulasi secara
masing selama jutaan tahun. Lempeng bertahap di lokasi sumber gempa dengan
Indo-Australia terhubung pada lempeng kecepatan yang tidak terlalu sama besarnya.
Eurasia di lepas pantai Sumatra, Jawa dan Hingga saat ini belum ada ahli yang bisa
Nusatenggara, dan dengan bagian Pasific menetapkan kapan terjadinya suatu gempa.
di utara Papua dan Maluku utara. Di sekitar Para ahli atau ilmuan mencoba untuk
titik pertemuan lempeng tersebut umumnya meramalkan gempa, umumnya dilakukan
terjadi akumulasi energi tabrakan yang melalui dua cara. Pertama mempelajari
dapat terkumpul sehingga pada suatu saat sejarah gempa besar di daerah tertentu dan
lapisan bumi yang di tabrak tidak sanggup kedua memantau laju penumpukan energi
lagi menahannya, patah atau terlepas di suatu lokasi. Namun, Lembaga Penelitian
yang berakibat terjadinya gempa bumi. Geologi AS (United States Geological Study/
Pelepasan energi sesaat ini menimbulkan USGS) menilai metode ini tidak selalu akurat,
berbagai dampak terhadap bangunan gempa yang multiplikator adalah salah satu
karena percepatan gelombang seismik, penghambatnya. Maka dengan mengacu
tsunami, longsor, dan liquefaction. Besarnya pada dasar bencana alam khususnya gempa
dampak gempa bumi terhadap bangunan bumi yang tidak dapat diketahui kapan dan
bergantung pada beberapa hal; diantaranya dimana terjadinya, diperlukan manejemen
adalah skala gempa, jarak episentrum, dan mitigasi bencana guna mempersiapkan
mekanisme sumber, jenis lapisan tanah dan mengurangi dampak yang ditimbulkan
dilokasi bangunan dan kualitas bangunan. dari bencana alam gempa tersebut.

