Page 28 - Ujang baru
P. 28
32
terjadi penguapan dan peningkatan konsentrasi dari suatu obat yang larut dalam
air sehingga mendorong penyerapannya ke dalam jaringan kulit. Tetapi pada
umumnya orang lebih menyukai tipe A/M, karena penyebarannya lebih baik,
walaupun sedikit berminyak tetapi penguapan airnya dapat mengurangi rasa panas
di kulit (Howard, 1974).
2.9.2 Stabilitas Krim
Stabilitas didefinikan sebagai kemampuan suatu produk obat atau kosmetik
untuk bertahan dalam spesifikasi yang diterapkan sepanjang periode penyimpanan
dan penggunaan untuk menjamin identitas, kekuatan, kualitas, dan kemurnian
produk. Kestabilan krim akan rusak bila terganggu sistem pencampurannya
terutama disebabkan karena perubahan suhu dan perubahan komposisi,
disebabkan penambahan salah satu fase secara berlebihan atau pencampuran dua
tipe krim, jika zat pengemulsinya tidak tercampurkan satu sama lain (DepKes RI,
1979).
Adapun gejala yang menjadi indikator terjadinya kerusakan emulsi antara
lain (Eckmann et al., 2000):
1. Creaming
Proses pada emulsi dengan partikel yang kurang rapat cenderung ke atas
permukaan sehingga terjadi pemisahan menjadi dua emulsi. Creaming
dapat diminimalisasi dengan memperkecil ukuran droplet, menyamakan
berat jenis dari kedua fase, dan menambah viskositas dari fase kontinyu.
2. Breaking
Kerusakan yang lebih besar dari creaming pada suatu emulsi yaitu
penggabungan bulatan-bulatan fase dalam dan pemisahan fase terebut
menjadi suatu lapisan.
3. Flokulasi
Asosiasi dari partikel dalam emulsi untuk membentuk agregat yang lebih
besar, yang mana dapat didispersi dengan pengocokan. Reversibilitas
flokulasi ini tergantung pada kekuatan interaksi antar droplet dan rasio
volume.