Page 42 - E-MODUL MODEL CINQASE DINAMIKA ROTASI DAN KESEIMBANAGN BENDA TEGAR
P. 42

E-Modul Fisika Model CinQASE





               Tabel 2.1 Hubungan Gerak Translasi dengan Gerak Rotasi

                              Translasi                           Rotasi
                N0                                                                        Hubungan
                          Besaran         Simbol           Besaran            Simbol

                 1.  Massa                   m       Momen inersia                I

                 2.  Jarak tempuh             s      Sudut tempuh                θ       s = R θ

                 3.  Kecepatan                v      Kecepatan sudut             ω       v = ωr

                 4.  Percepatan               a      Percepatan sudut            α       a = Αr

                 5.  Gaya                     F      Momen gaya                   τ      τ = FR



                     Bagaimana  jika  benda  yang  berotasi  tidak  hanya  sebuah  titik?
               tetapi sebuah benda tegar, misalnya cakram berjari-jari r yang diputar


               pada  sumbunya,  silinder  terdiri  atas  banyak  partikel.  Misalkan  torsi
               yang  bekerja  pada  titik  ke i adalah τ .  Tiap  titik  bermassa m  dan
                                                                                                    i
                                                                  i
               jaraknya  dari  sumbu  rotasi  adalah r .  Tiap  titik  memiliki  percepatan
                                                               i
               sudut yang sama, tetapi percepatan linear tiap titik berbeda tergantung

               pada jarak titik tersebut dengan sumbu rotasi. Maka total torsi yang

               bekerja pada benda tegar adalah:



                             ......        rm  2    m  r 2    m  r 2  ......   r   2    atau          m  r    2  
                                                                      m
                     1    2   3        i     1  1     2  2     3  3       i  i           i         i i  
                                                                                    i       i      
               secara umum dituliskan

                                      I                                                        (2.3)


                     Hubungan  ini  berlaku  bagi  gerak  rotasi  benda-benda  tegar

               mengelilingi suatu sumbu tetap. Persamaan 2.3 juga valid ketika suatu

               objek berotasi dan juga mengalami gerak translasi dengan percepatan

               tertentu, sepanjang momen inersia i dan percepatan sudut α dihitung

               terhadap  pusat  massa  objek,  dan  sumbu  rotasi  yang  melalui  pusat

               massa  tidak  berubah  arahnya,  contohnya  bola  yang  bergerak

               menggelinding menuruni bidang miring.







      Dinamika Rotasi dan Keseimbangan Benda Tegar Kelas XI SMA                                                 29
   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47