Page 46 - E-Modul KONEKSI BALI
P. 46
perkembangan kota atau tata guna lahan serta perluasan wilayah
perkotaan.
Secara umum proses perencanaan transportasi dapat
digambarkan sebagai berikut Langkah-langkah menurut Bruton (1985):
1) Perumusan Tujuan & Sasaran
Tujuan dan sasaran perencanaan transportasi adalah untuk
mengoptimumkan prasarana transportasi agar sistem transportasi
dapat efisien baik dalam ekonomi, lingkungan dan lain sebagainya.
Tujuan ini harus sesuai dengan tujuan pengembangan wilayah/kota
itu sendiri.
2) Pengumpulan data: Survei kondisi eksisting dan kalibrasi model
Meliputi data organisasi, pelaksanaan survai dan analisis
kondisi eksisting, kalibrasi model tata guna lahan dan model
pergerakan.
3) Penaksiran: Estimasi pola perjalanan masa mendatang
Meliputi data organisasi, pelaksanaan survai dan analisis
kondisi eksisting, kalibrasi model tata guna lahan dan model
pergerakan.
4) Perencanaan Jaringan: Pengembangan alternatif jalan dan
angkutan umum
Pengembangan alternatif jaringan jalan dan angkutan umum
yang sesuai dengan rencana tata guna lahan dan estimasi
pergerakan di masa mendatang.
5) Analisis Alternatif: Pengalokasian estimasi pergerakan ke rute
tertentu
Pengalokasian estimasi pergerakan ke dalam alternatif
jaringan, melalui moda dan rute tertentu.
6) Evaluasi: Analisis biaya, keuntungan, dan dampak
Evaluasi alternatif jaringan untuk biaya, keuntungan, dampak
dan pelaksanaan.

